Bab
5
MERAWAT KEUTUHAN BANGSA DAN NEGARAKU
Negara Kesatuan Republik
Indonesia adalah negara besar dengan kekayaan alam yang melimpah. Negara besar
ini merupakan rumah bersama bagi seluruh rakyat yang ada di dalamnya. Merawat,
menjaga, dan melindunginya adalah kewajiban seluruh rakyat sesuai dengan
kapasitas masing-masing tanpa terkecuali. Negara besar ini ibarat sebuah
keluarga yang anggota-anggota di dalamnya saling bekerja sama untuk menjaga dan
merawat keutuhan keluarga tersebut.
Kalian sebagai anak tentu
merasakan dan mengalami peran sebagai salah satu anggota keluarga. Agar
keluarga tersebut tetap utuh, semua anggota keluarga harus memberikan
kontribusi terbaiknya. Lihatlah komunitas terkecil kalian, yaitu keluarga. Coba
pikirkan dan identifikasilah wilayah rumah tempat tinggal kalian! Pada kondisi
alam seperti apakah tempat tinggal kalian? Mungkin kalian ada yang tinggal di
daerah pegunungan, daerah pantai, daerah padang rumput, perkotaan, kawasan
industri, kawasan pertanian, perkebunan, peternakan, ataupun di daerah lainnya.
Mungkin pula ada yang tinggal di daerah dengan corak budaya masyarakat yang
seragam atau di daerah dengan corak budaya yang beragam.
Tempat tinggal dengan
kondisi alam dan budaya yang beragam tentu akan menjadikan kalian memiliki
perilaku yang berbeda-beda, menyesuaikan dengan karakteristik tempat tinggal
tersebut. Untuk itu, mari kenali tempat tinggal kalian masing-masing! Apa saja
batas-batas wilayahnya dan sumber daya apa saja yang ada di tempat tinggal
kalian? Tanyakan kepada diri kalian sendiri, apakah kalian pernah berperan
menjaga wilayah dan melestarikan alam tempat tinggal kalian? Coba telusuri
kembali peran apa saja yang telah kalian lakukan untuk menjaga wilayah,
melestarikan alam tempat tinggal kalian, dan merawat keutuhan keluarga?
Tantangan atau hambatan apa saja yang kalian hadapi dalam melakukannya? Setelah
mengidentifikasi, silakan saling bertukar cerita dengan teman yang ada di dekat
kalian!
Lingkungan tempat tinggal
kalian adalah alam yang harus kalian jaga dan rawat. Sebagai pelajar, kalian
harus menyadari bahwa diri kalian adalah bagian dari ekosistem kehidupan.
Tunjukkanlah akhlak mulia kalian terhadap alam, agar alam dan lingkungan tempat
tinggal kalian menjadi lestari. Jadilah pelajar yang senantiasa memberi respons
positif, memikirkan, dan membangun kesadaran tentang akibat yang akan terjadi
jika melakukan perusakan atau menyalahgunakan fungsi alam. Bangunlah kesadaran
bahwa alam sekitar kalian ini harus tetap lestari dan tetap layak dihuni oleh
generasi saat ini dan generasi yang akan datang. Terapkanlah gaya hidup peduli
dan ramah lingkungan. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk syukur kita atas
segala anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
A.
WAWASAN NUSANTARA UNTUK MERAWAT KEUTUHAN BANGSA DAN NEGARAKU
Pada bagian ini, kalian
dapat belajar seputar (1) definisi wawasan Nusantara, (2) tujuan dan landasan
wawasan Nusantara, (3) kedudukan dan fungsi wawasan Nusantara, dan (4) arti
penting wawasan Nusantara.
1.
Definisi Wawasan Nusantara
Kalian
sudah mencoba untuk mengidentifikasi wilayah tempat tinggal kalian, menggali
pengalaman dalam menjaga keutuhan wilayah, kelestarian alam, serta merawat
keutuhan keluarga yang ada di dalamnya. Harus kalian pahami pula bahwa menjaga
wilayah, kelestarian alam, serta merawat keutuhan keluarga harus disertai
keselarasan cara pandang tentang bagaimana keluarga yang utuh tersebut dibangun
dan dipertahankan. Keutuhan sebuah keluarga dibangun dengan kehidupan yang
harmonis, selaras, dan damai sehingga tujuan keluarga tersebut dapat tercapai.
Demikian
juga dalam kehidupan bernegara. Keutuhan negara ini akan terjaga dan
kesejahteraan bangsa ini akan terwujud jika seluruh warga masyarakat hidup
tolong-menolong, saling menghargai, harmonis, dan selaras. Demikianlah cita[1]cita
nasional yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945), yakni mewujudkan negara yang
merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Kalian
sebagai pelajar tentu harus paham dan sadar akan pentingnya merawat keutuhan
negeri ini. Untuk itu, pada bab ini kalian akan dikenalkan kepada wawasan
Nusantara dan bagaimana pelaksanaan dari konsep tersebut dalam kehidupan
sehari-hari. Presiden Sukarno, pada peresmian Lembaga Pertahanan Nasional
tanggal 20 Mei 1965, mengamanatkan agar bangsa ini mengenali diri, negara,
pulau, dan tanah air.
Beliau
juga berpesan agar disusun strategi pembangunan dan pertahanan yang sesuai
dengan kondisi geografis negara. Amanat ini memiliki makna mendalam dan menjadi
salah satu tugas generasi saat ini untuk belajar mengenal tentang tanah airnya.
Berikut ini adalah gambar wilayah darat dan laut.
Wawasan
Nusantara terdiri dari kata wawasan dan Nusantara. Wawasan berasal dari bahasa
Jawa, yaitu wawas yang berarti pandangan. Nusantara terdiri dari dua kata,
yaitu nusa dan antara. Nusa dalam bahasa Sanskerta berarti pulau atau
kepulauan. Nusa juga diambil dari bahasa Latin yaitu nesos yang berarti
semenanjung atau kepulauan.
Antara
dalam bahasa Sanskerta berarti laut, seberang, atau luar. Bahasa Latin
menyebutnya sebagai in dan terra yang berarti antara atau berada dalam satu
kelompok yang sama. Dalam bahasa Inggris, konsep tersebut sama dengan inter
yang artinya antar (antara) atau hubungan (relasi). Berdasarkan uraian
tersebut, nusa dan antara kemudian digabungkan menjadi nusantara yang memiliki
arti pulau-pulau atau kepulauan yang berada di antara laut atau pulau-pulau
yang terhubung oleh lautan.
Secara
kebahasaan, wawasan Nusantara berarti pandangan dari bangsa[1]bangsa
yang terhubung oleh lautan atau pandangan dari bangsa-bangsa yang berada di
antara pulau-pulau yang terhubung oleh lautan. Rumusan wawasan Nusantara dalam
GBHN 1998 diartikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai
diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan bangsa serta kesatuan
wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Kedua pengertian tentang wawasan Nusantara tersebut bersimpul pada
satu pemahaman yang sama, yaitu Indonesia adalah satu kesatuan, baik dalam
aspek geografis maupun dalam aspek ideologi, politik, ekonomi, dan sosial
budaya (ipoleksosbud).
Tujuan
mengenali diri dan lingkungan adalah agar kita dapat hidup selaras dengan
lingkungan alam dan hidup harmonis dalam perbedaan sehingga akan memunculkan
rasa aman dan nyaman. Untuk hidup selaras dengan alam, berbuatlah ramah dan
peduli lingkungan, serta hindari perbuatan merusak lingkungan alam. Untuk hidup
selaras dengan masyarakat, bersikaplah toleransi, bergotong-royong, dan saling
menghargai.
Pada
awal kegiatan pembelajaran ini, kalian sudah menyelesaikan tantangan untuk
mengenali diri dan lingkungan tempat tinggal, serta keluarga kalian. Pada
bagian ini, secara berkelompok kalian diminta untuk mengidentifikasi tempat
kalian sekolah. Lakukanlah aktivitas berikut! Saat ini, kalian sudah mengenal
dan mengidentifikasi dua lingkungan terdekat kalian, yaitu keluarga dan
sekolah. Kalian diharapkan mampu bersikap sesuai dengan karakteristik
lingkungan tersebut, menumbuhkan jiwa kekeluargaan dan semangat persaudaraan,
mengembangkan sikap toleransi, bersikap ramah dan peduli lingkungan alam, serta
tidak merusak lingkungan alam. Itulah salah satu tujuan belajar tentang wawasan
Nusantara ini.
2.
Tujuan dan Landasan Wawasan Nusantara
Tujuan
wawasan Nusantara adalah terwujudnya persatuan bangsa dan kesatuan wilayah.
Konsep persatuan bangsa sangat penting untuk dipahami karena bangsa ini terdiri
dari beragam agama, suku, ras, budaya, dan adat istiadat. Konsep kesatuan
wilayah juga tidak kalah pentingnya. Negeri ini terdiri dari gugusan
pulau-pulau yang tersebar di lautan. Dengan pandangan kesatuan wilayah,
pulau-pulau yang tersebar tersebut dilihat sebagai satu kesatuan wilayah yang
dihubungkan oleh lautan. Gugusan pulau-pulau NKRI dapat dilihat pada gambar berikut.
Persatuan
bangsa dimaknai sebagai kehidupan bermasyarakat di Indonesia yang saling
menghargai perbedaan, memupuk jiwa kekeluargaan dan persaudaraan sehingga
memunculkan semangat toleransi yang tinggi. Dengan demikian, pemahaman,
penghayatan, dan upaya-upaya menjaga keutuhan, persatuan bangsa, dan kesatuan
wilayah perlu kalian miliki sejak dini. Hal ini disebabkan oleh kondisi
geografis dan sosial Indonesia yang terpecah-pecah sehingga mudah menimbulkan
sekat-sekat pemisah antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, pemahaman
tentang wawasan Nusantara penting untuk dipelajari karena wawasan Nusantara
merupakan penjabaran dari dasar negara dan konstitusi negara.
Dasar
pemikiran wawasan Nusantara adalah Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Lima pesan
pokok yang tertuang pada pembukaan UUD NRI Tahun 1945 pada alinea ke-4, yaitu
a.
penghayatan dan hakikat martabat bangsa,
b.
kesepakatan akan cita-cita nasional,
c.
kebulatan tekad untuk mencapai tujuan nasional,
d.
mempertahankan dan memperjuangkan kepentingan nasional,
e.
kesepakatan tentang pencapaian tujuan nasional.
3.
Kedudukan dan Fungsi Wawasan Nusantara
Wawasan
Nusantara berkedudukan sebagai ajaran dalam menentukan sikap tentang kenyataan
kehidupan berbangsa dan bernegara. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa
Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan antargolongan. Merujuk
pada data Badan Pusat Statistik Tahun 2010, Indonesia memiliki 1.340 suku
bangsa, 718 bahasa daerah. Berdasarkan data tersebut, wilayah Indonesia
tersebar dalam 16.772 pulau yang membentang dari Sabang di barat sampai Merauke
di timur, Miangas di utara sampai pulau Rote di selatan. Dengan demikian,
wawasan Nusantara berada pada dua dimensi fenomena kehidupan bernegara, yaitu
sebagai berikut.
a.
Dimensi kewilayahan dan geografis mengandung makna bahwa wilayah Indonesia yang
terdiri dari daratan dan lautan merupakan satu kesatuan atau entitas ideologi,
politik, ekonomi, dan sosial budaya. Wilayah tersebut merupakan sebuah
kenyataan yang harus diterima sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa. Bentuk
syukur atas karunia ini adalah menjaga kelestariannya dan tidak melakukan
perusakan terhadap alam.
b.
Dimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara mengandung makna
bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan atau entitas yang memiliki keragaman
suku, etnis dan budaya yang terikat dalam kesepakatan satu bangsa dan satu
negara. Hal tersebut merupakan sebuah keadaan sosial yang ditata agar dapat
mencapai tujuan bersama. Persatuan bangsa di atas perbedaan ini akan tetap
kokoh jika masyarakat mengembangkan sikap toleransi, persahabatan,
tolong-menolong, dan kerja sama. Berikut ini adalah gambar keberagaman suku
bangsa di Indonesia.
Dua
dimensi ini harus disikapi dengan menyepakati cara hidup bersama, yaitu cara
pandang tentang diri dan lingkungannya dalam mencapai tujuan bersama. Cara
pandang ini diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat, agar tidak terjadi
penyimpangan dalam upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Cara pandang
inilah yang disebut bangsa Indonesia sebagai wawasan Nusantara. Kondisi
geografis, sosial budaya, kesejarahan, dan perkembangan lingkungan menjadi
acuan dalam merumuskan wawasan Nusantara.
Wawasan
Nusantara dirumuskan karena kebutuhan akan kesatuan dan keutuhan Indonesia.
Dengan konsepsi wawasan Nusantara, wilayah Indonesia bukan lagi wilayah yang
terpisah-pisah oleh lautan sebagaimana tertuang dalam undang-undang kolonial
Belanda tahun 1939. Namun, wilayah Indonesia adalah satu kesatuan dengan laut
sebagai penghubungnya seperti ketentuan yang tertuang pada Deklarasi Djuanda
tanggal 13 Desember 1957.
Wawasan
Nusantara berfungsi sebagai pedoman, aturan, motivasi, rambu[1]rambu
penentuan kebijakan yang akan diambil, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Secara rinci, fungsi wawasan Nusantara adalah sebagai berikut.
a.
Menumbuhkembangkan kesadaran, pemahaman, dan semangat kebangsaan Indonesia,
menanam kan kesadaran akan kerelaan untuk berkorban yang dilandasi oleh
kecintaan kepada tanah air.
b.
Menumbuhkan kesadaran akan hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga
negara yang memiliki rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.
c.
Mendasarkan diri pada nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam mengembangkan
kehidupan bersama.
d.
Semangat mengembangkan kehidupan masyarakat yang sejahtera.
Fungsi
wawasan Nusantara ini dalam rangka menjamin keberlangsungan negara Indonesia.
Seluruh warga negara harus berupaya dengan seluruh daya, kekuatan, dan sepenuh
hati mempertahankan persatuan, kesatuan bangsa, serta keutuhan wilayah.
4.
Arti Penting Wawasan Nusantara
Pada
bagian ini, kalian akan mempelajari tentang arti penting wawasan Nusantara.
Sebelum lanjut ke pembahasan berikutnya, mari kita diskusikan dua permasalahan
pada aktivitas berikut Berdasarkan jawaban yang telah kalian berikan, marilah
kita selaraskan dengan uraian berikut ini! Dalam sidang BPUPK tanggal 1 Juni
1945 Presiden Sukarno menyebutkan, “Indonesia satu kelompok kepulauan di
khatulistiwa, dibatasi oleh lautan sekeliling dan dipagar oleh dua benua,
daratan Asia dan Australia, dan didiami oleh satu bangsa dari satu keturunan.
Jadinya geopolitik merupakan satu kesatuan darah-dan-tanah menjadi dasar bagi
suatu nationale staat/negara kebangsaan.”
Isi
pidato tersebut menyuratkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan tanah air
dan bangsa. Amanat sebagai satu kesatuan tanah air dan bangsa diwujudkan dengan
lahirnya Deklarasi Djuanda yang menyatakan bahwa laut di antara pulau-pulau
bukan lagi sebagai pemisah karena tidak lagi sebagai laut bebas, tetapi sebagai
penghubung antarpulau.
Bisa
dibayangkan oleh kalian, jika lautan antarpulau dipandang sebagai lautan bebas,
maka siapa pun dapat dengan bebas memasuki wilayah tersebut termasuk pihak
asing. Hal ini tentu sangat membahayakan keamanan dan kedaulatan negara. Oleh
sebab itu, sebagai penegasan wawasan Nusantara, Pasal 25A UUD NRI Tahun 1945
menyatakan, “Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan
yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya
ditetapkan dengan undang-undang.”
Indonesia
sebagai kesatuan wilayah memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh negara
lain. Berikut adalah keunikan tersebut.
a.
Merupakan negara kepulauan dengan jumlah 16.772 pulau.
b.
Memiliki luas wilayah 1.916.906,77 km2 .
c.
Terdiri dari 38 provinsi yang terletak di 5 pulau besar dan 4 kepulauan.
d.
Terletak di antara 6° Lintang Utara dan 11° Lintang Selatan dan di antara 94°
dan 141° Bujur Timur.
e.
Memiliki batas-batas
1)
utara: negara Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Thailand, Palau, dan Laut
Cina Selatan;
2)
selatan: negara Australia, Timor Leste, dan Samudera Hindia;
3)
barat: Samudera Hindia;
4)
timur: negara Papua Nugini, dan Samudera Pasifik.
f.
Berada pada posisi silang dua benua, yaitu Asia dan Australia, serta dua
samudera, yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.
g.
Dilalui garis ekuator atau garis khatulistiwa pada garis lintang 0°.
h.
Beriklim tropis dengan dua musim, yaitu kemarau dan penghujan.
i.
Merupakan tempat pertemuan dua jalur pegunungan, yaitu Mediterania dan Sirkum
Pasifik.
J.
Merupakan wilayah yang subur serta dapat dihuni oleh makhluk hidup
(habittable).
k.
Memiliki kekayaan flora, fauna, dan sumber daya alam.
Kondisi
tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat ramah untuk dihuni.
Cahaya matahari yang menyinari sepanjang tahun, musim hujan, dan kemarau yang
datang silih berganti menjadikan tanah ini sangat subur untuk ditanami.
Kekayaan di perairan juga sangat melimpah. Sebagai pelajar, mulailah belajar
untuk memanfaatkan lingkungan alam yang ada di sekitar kalian. Belajarlah
menanaminya, belajar memelihara hewan ternak, atau belajar memelihara ikan di
perairan yang ada di sekitar kalian.
Bangsa
Indonesia sebagai sebuah persatuan yang mendiami ribuan pulau, membentuk cara
hidup masing-masing yang berbeda antara satu dengan lainnya. Keunikan Indonesia
sebagai persatuan bangsa adalah sebagai berikut:
a.
Memiliki keragaman suku bangsa, yakni 1.340 suku.
b.
Memiliki jumlah penduduk 270,20 juta jiwa.
c.
Memiliki keragaman agama, ras, budaya, adat istiadat sebagai konsekuensi dari
keragaman suku bangsa.
Informasi
tersebut menandakan bahwa bangsa dan negara Indonesia memiliki kekayaan yang
tidak ternilai harganya. Seluruh warga negara harus turut serta dalam menjaga,
merawat, dan melindungi sumber daya tersebut demi kejayaan nusa dan bangsa. Setelah
kalian menyimak fakta keunikan negeri ini, sekarang lakukan pengamatan dan
identifikasi terhadap wilayah serta lingkungan masyarakat di sekitar tempat
tinggal kalian.
B.
PELAKSANAAN WAWASAN NUSANTARA
Pada
bagian ini dipaparkan (1) pelaksanaan wawasan Nusantara dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara, (2) tantangan pelaksanaan wawasan Nusantara, dan (3)
perilaku mendukung wawasan Nusantara.
1.
Pelaksanaan Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Wawasan
Nusantara sebagai kesatuan pandangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
dijabarkan menjadi beberapa aspek. Berikut ini penjabaran dari aspek-aspek
tersebut.
a. Wawasan Nusantara sebagai satu
kesatuan politik mengandung makna berikut.
1)
Kedaulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu
kesatuan wilayah.
2)
Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa daerah, agama, dan
kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa Indonesia merupakan satu
kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang luas.
3)
Bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib, sepenanggungan, sebangsa, dan
setanah air.
4)
Pancasila adalah satu-satunya ideologi dan falsafah bangsa dan negara.
5)
Seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan politik yang diselenggarakan
berdasar kan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.
6)
Seluruh kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan sistem hukum.
7)
Bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut menciptakan
ketertiban dunia.
Wawasan
Nusantara sebagai satu kesatuan politik memberikan pemahaman tentang
kesepakatan bangsa pada Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika,
dan NKRI. Sebagai pelajar, tentu kalian harus turut berpartisipasi dalam
menguatkan kesepakatan bangsa tersebut. Kalian bisa mulai dari lingkungan
keluarga dan sekolah. Lakukan hal-hal sederhana untuk menanamkan nilai
kesepakatan bangsa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
b. Wawasan Nusantara sebagai satu
kesatuan ekonomi mempunyai makna berikut.
1)
Kenyataan wilayah Nusantara adalah modal dan milik bersama serta keperluan
hidup sehari-hari harus tersedia di seluruh tanah air.
2)
Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di setiap daerah.
3)
Kehidupan perekonomian sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.
Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan kekayaan alam yang
melimpah kepada bangsa dan negara Indonesia. Kekayaan alam tersebut harus
dikelola dengan bijak dan adil untuk kemakmuran rakyat. Dalam hal ini, sebagai
pelajar kalian harus memiliki pemahaman yang baik tentang potensi perekonomian
yang ada di sekitar kalian sehingga bisa berpartisipasi dalam melestarikan dan
mengembangkan potensi perekonomian tersebut.
c. Wawasan Nusantara sebagai satu
kesatuan sosial budaya mempunyai makna berikut.
1)
Masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus merupakan
kehidupan yang serasi, kemajuan yang sama, merata dan seimbang.
2)
Budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya yang
ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa.
Budaya
dan adat istiadat bangsa Indonesia sangat beragam. Semua itu adalah kekayaan
bangsa yang harus dilestarikan. Sebagai pelajar, kalian harus mengenal,
mempelajari, dan berusaha memahami keragaman budaya tersebut. Tujuannya adalah
agar kalian bisa semakin saling menghormati perbedaan tersebut sehingga
tercipta kehidupan yang harmonis.
d. Wawasan Nusantara sebagai satu
kesatuan pertahanan keamanan mempunyai makna berikut.
1)
Ancaman terhadap satu pulau/daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap
seluruh bangsa dan negara.
2)
Tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka
pembelaan negara dan bangsa
Uraian
di atas memberikan petunjuk bahwa setiap warga negara memiliki hak dan
kewajiban untuk menjaga pertahanan dan keamanan negara. Menjaga pertahanan dan
keamanan negara tidak hanya dengan menggunakan senjata atau berperang. Menjaga
pertahanan dan keamanan negara bisa dimulai dari hal-hal sederhana di
lingkungan sekitar kalian.
e. Wawasan Nusantara sebagai satu
kesatuan lingkungan hidup
Lingkungan
hidup dimaknai sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan,
makhluk hidup, serta perilakunya yang memengaruhi alam itu sendiri,
kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraannya. Ruang lingkup lingkungan
hidup Indonesia ialah wilayah alamiah yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa
kepada bangsa ini.
Ruang
lingkup tersebut memiliki kekayaan alam di darat, laut, dan udara yang harus
dikelola untuk kemakmuran rakyat. Pengelolaan sumber daya alam yang tidak bijak
akan membuat alam rusak, tanah, air, dan udara tercemar, hutan menjadi gundul,
pasokan air berkurang, suhu udara menjadi panas, menimbulkan banjir, serta
tanah longsor.
Hal
tersebut tentu akan menimbulkan kerugian bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena
itu, menjaga kelestarian lingkungan hidup menjadi kewajiban seluruh warga
masyarakat, termasuk para pelajar. Banyak cara yang dapat kalian lakukan untuk
berpartisipasi dalam menjaga lingkungan hidup, contohnya membuang sampah pada
tempatnya, menanam dan memelihara tanaman, hemat menggunakan air, serta membersihkan
lingkungan.
2.
Tantangan Pelaksanaan Wawasan Nusantara
Sekarang
kalian telah memahami bagaimana perwujudan wawasan Nusantara dalam berbagai
bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu
perlu kesungguhan dan kerelaan hati untuk berkorban. Semuanya harus dilandasi
oleh rasa cinta yang tulus kepada tanah air.
Marilah
kita selaraskan jawaban yang telah kalian berikan dengan penjelasan berikut
ini. Berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan wawasan Nusantara demi
terjaganya keutuhan NKRI berasal dari luar/eksternal dan dari dalam/internal.
a. Tantangan Eksternal
1)
Tantangan dari luar berupa serangan bersenjata yang dilakukan oleh negara luar
terhadap kedaulatan NKRI.
2)
Masuknya paham-paham ekstrim yang dapat membahayakan kedudukan ideologi
Pancasila.
3)
Masuknya budaya-budaya asing yang dapat merusak mental dan moral anak bangsa.
4)
Serangan siber (cyber) yang bertujuan merusak sistem informasi/ teknologi di
dalam negeri.
b. Tantangan Internal
1)
Munculnya kelompok-kelompok bersenjata yang ingin memisahkan diri dan
wilayahnya dari NKRI.
2)
Terjadinya perpecahan, perselisihan, dan sikap bermusuhan antar kelompok
masyarakat.
3)
Aparat penyelenggara negara yang tidak amanah sehingga menimbulkan ketidakpercayaan
masyarakat.
4)
Sikap nasionalisme semakin memudar.
5)
Tidak bijak dalam menyikapi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi.
Kita
harus mengakui bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
membawa begitu banyak manfaat bagi kehidupan. Kalian juga pasti merasakan dan
mengalami hal tersebut. Namun, semua hal positif yang kalian peroleh ternyata
berbanding lurus dengan hal negatif yang menyertainya. Keduanya ibarat dua sisi
mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kalian pasti memahami bahwa kemudahan
informasi yang ada dalam genggaman akan sangat memungkinan untuk mengakses
informasi-informasi yang tidak sesuai dengan usia kalian. Jika hal itu kalian
lakukan dan terus-menerus dilakukan, kepribadian dan karakter baik kalian akan
terkikis oleh informasi atau tontonan yang tidak sesuai dengan usia kalian.
3.
Perilaku Mendukung Wawasan Nusantara
a. Mengamalkan nilai-nilai Pancasila
dan tegas menolak ajakan untuk mengganti dasar negara Pancasila
Nilai-nilai
Pancasila harus diyakini kebenaranya dengan mengamalkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Jika nilai ini sudah menjadi karakter dan kepribadian bangsa,
ajakan untuk mengganti dasar negara Pancasila dengan sendirinya akan tertolak.
Ajakan mengubah dasar negara Pancasila harus dengan tegas kita tolak dan lawan.
Oleh karena itu, untuk dapat memperkuat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,
kalian harus selalu mengamalkan nilai-nilainya dengan cara-cara seperti belajar
tekun, melaksanakan ibadah sesuai keyakinan, memupuk semangat kerja sama,
mengembangkan sikap menghormati dan menghargai orang lain, serta memberikan
bantuan kepada orang lain yang membutuhkan.
b. Memupuk rasa cinta tanah air dan
menolak dengan tegas ajakan untuk memisahkan diri dari wilayah NKRI
Mencintai
tanah air dan bangsa adalah salah satu wujud syukur kita kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Tugas kita sekarang adalah merawat dan menjaga keutuhan negeri ini. Negara
Kesatuan Republik Indonesia memang bukan negeri yang sempurna. Akan tetapi,
memilih memisahkan diri dari NKRI juga bukan sebuah pilihan yang tepat. Marilah
kita perbaiki yang belum baik di negeri ini! Marilah kita sempurnakan yang
belum sempurna di negeri ini dengan semangat dan kerja keras bersama-sama.
Berikut ini adalah gambar salah satu contoh mencintai tanah air.
c. Mematuhi peraturan yang berlaku
Peraturan
dibuat dalam rangka menciptakan ketertiban dan menjamin keadilan bagi
masyarakat. Sebagai pelajar, kalian pun harus taat dan patuh pada tata tertib
sekolah. Hormatilah guru dan sayangilah teman. Hadirlah di sekolah tepat waktu,
kenakanlah pakaian sekolah sesuai dengan aturan, belajarlah dengan
sungguh-sungguh, laksanakanlah tugas piket kelas dengan penuh tanggung jawab,
dan lain-lain. Berikut ini adalah gambar contoh sikap yang baik di sekolah.
d. Mengembangkan toleransi
Toleransi adalah sikap menahan diri, bersabar,
dan berlapang dada terhadap berbagai macam perbedaan. Dengan sikap seperti ini,
persatuan bangsa dari beragam suku bangsa akan terwujud. Toleransi juga
mengandung makna kesediaan untuk saling belajar, bekerja sama, saling memaafkan
jika terjadi kesalahpahaman, saling memberi, serta tidak memaksakan kehendak
kepada orang lain. Berikut ini adalah gambar salah satu cara mengembangkan
toleransi.
e. Saling menghormati dan menolak
penyebaran kebencian
Setiap
orang memiliki kewajiban untuk menunjukkan sikap saling menghormati dengan
orang lain dan tidak menyebarkan ujaran kebencian kepada orang lain. Di sekolah
pun, kalian harus melakukan hal yang sama, menghormati orang lain dengan
bertutur kata yang baik, menjaga adab dan kesopanan, tidak melakukan penghinaan
dalam hal apa pun kepada orang lain, dan memperlakukan teman-teman kalian
sebagai saudara.
f. Menyampaikan pendapat melalui
saluran yang tepat
Konstitusi
negara ini menjamin kebebasan berpendapat dengan cara tetap menghormati
kepentingan umum. Jika di sekolah kalian memiliki pendapat atau aspirasi yang
baik demi kemajuan sekolah, sampaikanlah dengan cara-cara yang tepat.
Komunikasikanlah kepada pihak-pihak terkait seperti wali kelas, guru BK,
pembina OSIS, wakil kepala sekolah, atau langsung kepada kepala sekolah.
Berikut ini adalah gambar salah satu cara menyampaikan pendapat.
g. Mencintai produk Indonesia
Gunakanlah barang-barang yang dihasilkan dari dalam negeri. Sebagai pelajar, jangan menjadi rendah diri atau gengsi jika barang-barang yang kalian pakai bukan barang bermerek yang diproduksi di luar negeri. Banggalah menggunakan produk lokal karena kualitas produk lokal pun tidak kalah dengan kualitas produk luar negeri. Tanamkanlah dalam diri kalian bahwa menggunakan satu barang produksi dalam negeri akan menjadi satu sel kekuatan untuk menjaga tegaknya NKRI. Jika hal ini menjadi gerakan bersama, pasti NKRI yang lebih tangguh dan lebih kokoh akan menjadi sebuah kenyataan.