BAB
4
KEBERAGAMAN
BANGSA INDONESIA DALAM BINGKAI BHINNEKA
TUNGGAL IKA
A.
MAKNA PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN
Persatuan
haruslah kita jaga di tengah perbedaan yang ada. Indonesia dikenal sebagai
negara yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan bahasa yang tersebar dari
Sabang sampai Merauke. Keberagaman dapat dibuktikan di dalam kehidupan
masyarakat yang menunjukkan adanya perbedaan yang meliputi jenis suku bangsa,
agama dan kepercayaan, ras, dan juga perbedaan status sosial, pandangan
politik, kesenjangan ekonomi, sampai kesenjangan sosial.
Menurut
tokoh perdamaian antarumat beragama, Din Syamsuddin mengemukakan bahwa
keberagaman merupakan fitrah manusia yang tidak bisa dihilangkan. Kita perlu
menerimanya sebagai sebuah keniscayaan dan membangun persaudaraan antarumat
beragama sebagai upaya memperkuat nilai-nilai kemanusiaan (Kompas, 2017).
Menurut pengamat masalah sosial, Widiyanto (2017) mengemukakan bahwa
keberagaman adalah keadaan atau sifat yang beragam, baik dalam hal ras, agama,
budaya, atau nilai. Keberagaman dapat dianggap sebagai kekayaan yang dapat
meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam masyarakat. Secara umum, keberagaman
dianggap sebagai fenomena sosial yang kompleks dan penting dalam kehidupan
manusia.
Meskipun
keberagaman dapat menjadi sumber konflik dan kesalahpahaman, keberagaman juga
dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan negara jika dikelola dengan baik.
Keberagaman yang ada di Indonesia adalah ciri khas bangsa sekaligus menjadi
keunggulan bangsa Indonesia dari bangsa lain di dunia. Perbedaan dalam
keberagaman bukanlah untuk dijadikan alasan perpecahan atau permusuhan.
Perbedaan dalam keberagaman bangsa Indonesia berada dalam bingkai Bhinneka
Tunggal Ika, yaitu walaupun bangsa Indonesia memiliki banyak perbedaan,
semuanya adalah satu kesatuan sebagai sebuah bangsa.
Bangsa
Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan itu menjadi pedoman
untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan bangsa
Indonesia dibangun berdasarkan kenyataan dalam kehidupan masyarakat berupa
keberagaman. Kita harus berupaya untuk menjadikan perbedaan dan keberagaman itu
sebagai suatu kekuatan untuk bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional.
Perbedaan
dan keberagaman tersebut harus diwadahi dalam satu ikatan yang menghormati
segala perbedaan. Dengan demikian, keberagaman itu tidak akan berubah menjadi
hal yang merugikan persatuan bangsa. Pada umumnya, perbedaan atau keberagaman
yang ada di masyarakat dapat berdampak positif ataupun negatif. Dampak positif
keberagaman adalah memiliki banyak alternatif atau pilihan baik berupa
pemikiran, sumber daya manusia, dan bakat yang sangat dibutuhkan untuk kemajuan
bangsa. Contoh dampak positif dari keberagaman adalah memiliki jumlah karya
budaya yang banyak dan bervariasi, beragam rumah adat, banyaknya makanan khas
daerah, dan masih banyak lagi.
Adapun
dampak negatif dari keberagaman adalah munculnya benih konflik karena merasa
golongan atau pihaknya saja yang paling benar yang diakibatkan oleh adanya
kesulitan beradaptasi dalam suatu kesatuan. Munculnya perasaan kedaerahan dan
kesukuan yang berlebihan dan disertai tindakan yang merusak persatuan, dapat
mengancam keutuhan NKRI.
Demikian
pula halnya dalam hal keberagaman beragama yang apabila satu pemeluk agama
tidak mau berinteraksi dan menghargai pemeluk agama lainnya, maka akan
menimbulkan perpecahan. Perbedaan golongan sosial ekonomi juga dapat memicu
konflik, misalnya konflik antara kaum pendatang dan pribumi atau konflik
golongan kaya dan miskin. Semua itu perlu diatasi dengan adanya saling
menghormati dan menghargai. Keberagaman dalam masyarakat dapat terjadi
disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut ini beberapa faktor yang memicu
terjadinya keberagaman dalam suatu masyarakat.
1. Letak strategis wilayah Indonesia
Wilayah
Indonesia diapit oleh dua samudra dan dua benua, yaitu Samudra Pasifik dan
Samudra Hindia serta Benua Asia dan Benua Australia. Letak Indonesia yang
strategis membuat negara ini menjadi jalur perdagangan internasional. Karena
berada di jalur perdagangan, maka hasil bumi tanah air Indonesia dapat dengan
mudah dibawa ke luar negeri. Selain itu, Indonesia juga sulit untuk mencegah
masuknya pengaruh asing, baik produk asing maupun kebudayaan dari luar, karena
menjadi perlintasan orang dan barang.
2. Sebagai Negara Kepulauan
Di
Indonesia terdapat ribuan pulau, baik yang berpenghuni maupun tidak. Kondisi
antara satu pulau dengan pulau lainnya tidak sama. Demikian pula ukuran pulau
yang ada tidaklah sama. Terdapat lima pulau besar dan ribuan pulau kecil.
Kelima pulau besar tersebut antara lain Kalimantan, Sumatra, Papua, Sulawesi,
dan Jawa. Pulau Kalimantan dan Papua masingmasing berbatasan dengan negara
lain.
3. Perbedaan Kondisi Alam
Indonesia
memiliki bentang alam yang lengkap dan menakjubkan. Ada kawasan pegunungan
dengan ketinggian berbeda. Ada kawasan pantai, perbukitan, rawa, sungai,
dataran kering dan tandus, juga dataran subur. Kondisi alam yang berbeda itu
mengakibatkan terjadinya perbedaan pada apa yang tumbuh di atasnya. Tidak semua
lahan cocok untuk ditanami padi atau jagung. Ada lahan yang cocok untuk tambak
atau pembuatan garam. Kondisi alam yang berbeda itu menjadikan masyarakat yang
tinggal di sana beradaptasi, seperti dalam hal membuat bentuk rumah, makanan
pokok, pakaian, juga ragam kesenian sebagai ekspresi masyarakat.
4. Transportasi dan Komunikasi
Kemajuan
transportasi membuat perpindahan orang maupun pertukaran barang menjadi lebih
cepat dan mudah. Wilayah dengan sarana transportasi yang baik relatif akan
lebih maju daripada wilayah yang sarana transportasinya tidak atau belum
berkembang. Kelancaran komunikasi juga berpengaruh terhadap kemajuan daerah. Sebuah
daerah yang memiliki infrastruktur atau daya dukung komunikasi yang baik dan
terbaru akan lebih cepat menerima informasi dan menyebarkannya dari dan ke
berbagai wilayah lain. Sebaliknya, wilayah dengan sistem informasi yang
tertinggal akan terlambat menerima informasi terbaru dan cenderung akan
tertinggal.
5. Penerimaan Masyarakat atas
Perubahan
Persepsi
masyarakat akan hal-hal baru tidak selalu sama. Tidak selamanya hal-hal yang
baru itu menguntungkan bagi masyarakat. Namun, bagaimana sikap masyarakat
terhadap hal-hal baru atau asing tersebut akan berpengaruh pada seberapa kuat
terjadinya perubahan itu sendiri. Contohnya adalah ada sebagian masyarakat yang
mudah menerima atau beradaptasi dengan segala hal yang berasal dari luar negeri
dan merasa bahagia apabila sama dengan orang asing. Namun, ada juga masyarakat
yang menjaga jarak dengan kehadiran orang atau budaya asing untuk menjaga
keaslian identitasnya atau budayanya sendiri
B.
PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN SUKU, AGAMA, RAS, DAN ANTARGOLONGAN DALAM KEHIDUPAN
BERMASYARAKAT
1.
Persatuan dalam Keberagaman Suku Beragam suku bangsa tersebar di seluruh
wilayah Indonesia.
Menurut
sensus penduduk Badan Pusat Statistik pada 2010, di Indonesia hidup lebih dari
1.300 suku bangsa. Contoh suku bangsa di Indonesia antara lain suku Aceh,
Batak, Melayu, Minang, Sunda, Baduy, Jawa, Dayak, Bugis, Minahasa, Bali, Timor,
Maluku, Papua, dan masih banyak suku bangsa lainnya. Adapun suku bangsa
terbanyak adalah suku Jawa dengan jumlah populasi mencapai 40,22 persen yang
tersebar di tanah air dan sebagian besar tinggal di Pulau Jawa. Suku bangsa
terbesar kedua adalah suku Sunda dengan jumlah populasi 15,50 persen. Suku
Batak menempati posisi ketiga dengan jumlah populasi 3,58 persen.
Suku
bangsa juga bisa diidentifikasi dengan menggunakan kategori dari unsur wilayah,
karya budaya, bentuk rumah adat, atau pakaian tradisional. Misalnya rumah adat
suku Baduy di Provinsi Banten terbuat dari bambu dan kayu yang ramah
lingkungan. Hal ini sesuai dengan konsep hidup suku Baduy yang menyatu dengan
alam.
2.
Persatuan dalam Keberagaman Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), agama adalah ajaran atau sistem yang
mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang
Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan
manusia serta lingkungannya. Setiap warga negara dilindungi oleh Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk memeluk satu agama dan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
Agama
juga dapat diartikan sebagai sejumlah peraturan yang dianggap suci, terkait
dengan pelaksanaan ibadah, dan tradisi yang berkaitan dengan hubungan manusia,
serta berhubungan dengan kekuatan yang lebih tinggi atau dengan keberadaan yang
sakral. Agama meliputi keyakinan tentang asalusul dan tujuan kehidupan,
moralitas, praktik atau ritual ibadah, dan konsep tentang dunia dan akhirat.
Agama juga dapat dianggap sebagai sistem sosial yang membentuk komunitas
berdasarkan kepercayaan bersama dan nilai-nilai moral. Hal ini sering
melibatkan praktik ritual, seperti doa, meditasi, dan pengabdian kepada
kekuatan yang lebih tinggi, serta penerapan prinsip-prinsip moral dalam
kehidupan sehari-hari.
Meskipun
definisi agama dapat bervariasi di antara budaya dan tradisi, secara umum agama
memainkan peran penting dalam kehidupan banyak orang di seluruh dunia. Agama
membantu mereka memahami dunia dan mengatasi tantangan yang dihadapi dalam
hidup. Adapun agama resmi yang diakui keberadaannya di Indonesia adalah Islam,
Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Selain agama tersebut,
pemerintah juga melindungi berbagai aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa. Dengan demikian, di Indonesia setiap orang berhak memeluk agama sesuai
dengan agama resmi yang diakui oleh negara. Setiap umat beragama dijamin untuk
dapat menjalankan perintah-perintah dan ajaran dalam agamanya, termasuk
merayakan hari raya.
Sebagai
contoh, umat Islam diberikan kebebasan untuk merayakan hari raya Idulfitri dan
Iduladha. Umat Kristen dan Katolik merayakan hari Natal, umat Hindu merayakan
Nyepi, umat Buddha merayakan Waisak, dan umat Khonghucu merayakan Imlek. Hal
tersebut sebagai bukti bahwa keberagaman agama di Indonesia sangat dihormati.
Sikap toleransi yang tinggi dari seluruh pemeluk agama di Indonesia menciptakan
keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
3.
Persatuan dalam Keberagaman Ras
Ras
manusia yang berbeda berasal dari sejarah evolusi dan migrasi manusia yang
berbeda di seluruh dunia. Selama ribuan tahun, manusia telah beradaptasi dengan
lingkungan geografis yang berbeda, seperti iklim, tanah, dan sumber daya alam
yang berbeda. Proses ini mengarah pada perbedaan fisik dan genetik antara
kelompok manusia yang berbeda. Selain itu, faktor budaya dan sejarah juga
berperan penting dalam pembentukan ras manusia.
Kebudayaan
dan lingkungan sosial dapat memengaruhi pola perkawinan dan reproduksi yang
dapat memperkuat karakteristik tertentu dalam kelompok manusia tertentu.
Penting untuk diingat bahwa perbedaan ras manusia tidak menunjukkan perbedaan
kualitas antarmanusia. Setiap orang layak dihormati dan dihargai sebagai
individu yang unik dan berharga, terlepas dari ras atau latar belakangnya.
Ras
adalah pengidentifikasian manusia berdasarkan ciri-ciri fisik dikaitkan dengan
tempat dia berasal. Indonesia adalah negara yang terbuka dan tidak menutup diri
dari pergaulan dunia. Sebagai negara yang terbuka terhadap masuknya bangsa
asing, maka keberagaman ras di Indonesia menjadi hal yang wajar. Kehadiran
pendatang dari berbagai wilayah dunia yang juga berasal dari ras yang ada
kemudian menetap di Indonesia sehingga menyebabkan terjadinya keanekaragaman
ras di Indonesia. Pada saat ini dapat diidentifikasikan bangsa Indonesia
terdiri atas beberapa ras.
Penduduk
yang berasal dari ras Malayan-Mongoloid banyak yang bermukim di wilayah
Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Sulawesi. Penduduk
dengan ras Melanesoid banyak tinggal di wilayah timur Indonesia yang meliputi
Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Ada juga ras yang tersebar di berbagai
wilayah Indonesia yang dikenal dengan ras Asiatic Mongoloid. Ras ini biasanya
berasal dari Tionghoa, Jepang, dan Korea. Masih ada ras lain yang berada di
Indonesia, yaitu ras Kaukasoid. Ras Kaukasoid ini berasal dari India, Timur
Tengah, Australia, Eropa, dan Amerika.
Berikut
ini ciri-ciri fisik pengelompokkan ras.
1. Bentuk badan
Bentuk
badan dimaksud adalah dilihat dari tinggi dan besar badan seseorang. Ada ras tertentu
yang dikenal memiliki bentuk badan tinggi besar, namun ada juga ras yang
dikenal memiliki perawakan kecil mungil.
2. Bentuk kepala
Biasanya
bentuk kepala yang dijadikan ukuran adalah bulat atau memanjang yang menjadi
ciri umum ras tertentu.
3. Bentuk muka atau wajah
Ada
beberapa hal yang dijadikan patokan untuk mengidentifikan ras berdasarkan
bentuk muka atau wajah seperti tulang pipi menonjol atau tidak, jarak antara
dua tulang pipi dekat atau jauh, memiliki bentuk tulang rahang yang tegas atau
tidak.
4. Bentuk hidung
Bentuk
hidung ini relatif mudah dikenali dan biasanya orang mengelompokkan menjadi
pesek, mancung, atau biasa.
5. Warna kulit, warna rambut, dan
warna mata
Pengelompokan
berdasarkan kategori ini mudah dilihat. Contohnya berkulit putih, kuning,
hitam, atau sawo matang. Contoh lainnya berambut hitam, cokelat, pirang, dengan
bentuk lurus, keriting, atau bergelombang, sedangkan dari warna mata yang
dilihat adalah bulatan tengahnya ada yang mata hitam, biru, atau hijau.
Perbedaan
ras bersifat genetik. Itu artinya setiap orang dilahirkan sesuai dengan asal
keturunannya dan hal tersebut tidak bisa ditolak atau dihindari. Dengan
demikian, kita tidak boleh melakukan penghinaan atau pelecehan terhadap ras
orang lain, baik yang sama maupun yang berbeda.
4.
Persatuan dalam Keberagaman Antargolongan
Permainan
atau pertandingan tarik tambang selalu menarik. Dua kelompok berjuang
mengerahkan tenaganya agar tidak tertarik ke wilayah lawannya. Malah
sebaliknya, salah satu kelompok berusaha menarik lawan untuk masuk ke
wilayahnya. Permainan ini menunjukkan adanya dua pihak yang memiliki perbedaan
kepentingan. Walaupun memiliki perbedaan, keduanya juga memiliki persamaan,
yaitu ingin menang. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat multikultural atau
negara yang penduduknya memiliki ragam budaya.
Terdapat
banyak kelompok di dalam masyarakat Indonesia. Kelompok-kelompok dalam
masyarakat itu ada yang membentuk golongan atau dianggap sebagai satu golongan.
Hal ini biasanya untuk memudahkan dalam mengidentifikasi perbedaan kelompok
yang satu dengan yang lain, maupun membuat persamaan dari berbagai kelompok.
Contohnya adalah penggolongan berdasarkan jenis pekerjaan seperti buruh,
petani, guru, karyawan, atau nelayan. Ada juga penggolongan berdasarkan keaktifan
di partai politik seperti pengurus partai, simpatisan, atau kader. Penggolongan
dapat juga berdasarkan status sosial seperti pengusaha, pejabat, pelajar, ibu
rumah tangga, dan sebagainya. Atau juga penggolongan berdasarkan wilayah
seperti orang desa, kota, nama daerah. Perbedaan golongan ini dapat terjadi
karena adanya kebutuhan dan pilihan dari masing-masing individu ataupun
kelompok.
Pada
bidang tertentu, perbedaan golongan ini dapat berubah dan berpindah. Namun ada
juga golongan yang relatif sulit berpindah dan berubah. Perbedaan golongan
dapat pula ditinjau berdasarkan hierarki dan setara. Golongan hierarki adalah
golongan yang terbentuk secara vertikal atau ada kelompok yang berada di posisi
atas dan ada yang di posisi bawah. Contoh penggolongan ini adalah berdasarkan
status sosial (buruh-majikan, pimpinan staf-karyawan), pendidikan (tidak
sekolah, tamat SD, SMP, SMA, Diploma/ Sarjana, Pascasarjana), jabatan
(presiden, gubernur, walikota, bupati). Golongan yang setara yang tidak
memandang lebih tinggi dari lainnya meliputi penggolongan berdasarkan agama,
idealisme, adat istiadat, dan sebagainya. Perbedaan golongan yang ada di
masyarakat bukanlah alasan untuk terjadinya perpecahan. Perbedaan golongan yang
ada itu untuk saling melengkapi kebutuhan manusia dalam kehidupan.
Manusia
perlu berperan dalam berbagai bidang kehidupan sesuai dengan minat dan
kemampuannya. Setiap orang pun harus saling menghargai dan menghormati
perbedaan yang ada. Selanjutnya, dalam kehidupan, mereka dapat melakukan kerja
sama untuk mencapai tujuan hidup bersama. Contohnya bentuk kerja sama baik
langsung maupun tidak langsung adalah golongan pedagang hanya dapat menyediakan
barang jika ada penyuplai barang seperti dari petani atau pengrajin, petani
dapat hidup sejahtera dan menikmati hasil pertaniannya jika hasil panen dijual
kepada konsumen yang luas melalui pedagang yang tersebar di berbagai wilayah.
Cobalah kalian kemukakan contoh lainnya.
C.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBERAGAMAN
Terdapat
berbagai faktor yang dapat menyebabkan perubahan sosial dan keberagaman dalam
suatu masyarakat. Berikut beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi
perubahan sosial dan keberagaman.
1.
Faktor teknologi Kemajuan teknologi dapat mempercepat perubahan sosial dan
keberagaman dalam masyarakat, terutama dalam hal komunikasi dan akses
informasi.
2.
Faktor demografi Perubahan jumlah penduduk, struktur usia, dan tingkat
kelahiran serta kematian dapat memengaruhi keberagaman dan perubahan sosial
dalam masyarakat.
3.
Faktor ekonomi Perubahan ekonomi, seperti perubahan dalam pola kerja,
pendapatan, dan jenis pekerjaan, dapat memengaruhi keberagaman dan perubahan
sosial dalam masyarakat.
4.
Faktor politik Perubahan pemerintahan, kebijakan publik, dan hukum dapat
memengaruhi perubahan sosial dan keberagaman dalam masyarakat.
5.
Faktor lingkungan Perubahan lingkungan fisik, seperti perubahan iklim dan
kondisi alam, dapat memengaruhi perubahan sosial dan keberagaman dalam
masyarakat.
6.
Faktor budaya Perubahan nilai-nilai, norma, dan perilaku budaya dapat
memengaruhi keberagaman dan perubahan sosial dalam masyarakat.
7.
Faktor migrasi Perubahan mobilitas penduduk dan migrasi dapat memengaruhi
keberagaman dan perubahan sosial dalam masyarakat.
8.
Faktor globalisasi Perubahan dalam hubungan internasional dan arus informasi
global dapat memengaruhi perubahan sosial dan keberagaman dalam masyarakat.
9.
Faktor konflik Konflik sosial dan politik dapat memengaruhi keberagaman dan
perubahan sosial dalam masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka
panjang
10.
Faktor agama Perubahan dalam praktik agama dan kepercayaan dapat memengaruhi
keberagaman dan perubahan sosial dalam masyarakat.
D.
TANTANGAN DAN SIKAP TERHADAP PENGARUH PERUBAHAN BUDAYA TINGKAT LOKAL, NASIONAL,
DAN GLOBAL
Perubahan
sosial budaya di sekitar kita tidak dapat dihindari dan akan terus terjadi.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bisa merespons perubahan yang terjadi
dengan baik, terutama di era yang serba cepat dan dinamis seperti saat ini.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk merespons perubahan yang terjadi.
1.
Terima perubahan dengan positif Jangan takut dengan perubahan. Cobalah terima
dengan positif, lihatlah peluang yang terbuka dan manfaat yang dapat diperoleh.
2.
Evaluasi situasi Lakukan evaluasi terhadap perubahan yang terjadi, termasuk hal
yang berubah dan tidak berubah, implikasi bagi diri sendiri atau organisasi,
serta hal yang perlu dilakukan.
3.
Buat rencana tindakan Setelah mengevaluasi situasi, buatlah rencana tindakan
untuk mengatasi perubahan tersebut. Hal yang harus dilakukan untuk menyesuaikan
diri atau organisasi dengan perubahan dan cara mengimplementasikan perubahan
tersebut.
4.
Berkomunikasi Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan orang lain tentang
perubahan yang terjadi. Diskusikan mengenai pengaruh perubahan pada diri
sendiri atau organisasi dan cara mengatasinya bersama-sama.
5.
Jangan terlalu cepat menyerah Perubahan sering kali memerlukan waktu untuk
menyesuaikan diri. Jangan terlalu cepat menyerah jika ada tantangan dalam
mengatasi perubahan tersebut.
6.
Terus belajar Perubahan yang terjadi bisa menjadi peluang untuk terus belajar
dan mengembangkan diri. Jangan berhenti belajar dan mencoba hal-hal baru.
Dengan
merespons perubahan dengan baik, kalian akan lebih siap untuk menghadapi
tantangan dan mencapai tujuan yang diinginkan Perubahan tidak hanya terjadi
dalam skala kecil masyarakat, namun juga di tingkat nasional dan dunia.
Berikut ini adalah contoh perubahan di tingkat
global.
1.
Perubahan iklim Perubahan iklim di seluruh dunia terus memengaruhi lingkungan
dan berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk kesehatan, pertanian, dan
ekonomi.
2.
Revolusi digital Perkembangan teknologi informasi dan internet telah memicu
perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan di seluruh dunia, mempercepat
pertumbuhan ekonomi digital dan memengaruhi cara manusia berkomunikasi dan
berinteraksi satu sama lain.
3.
Kesenjangan ekonomi Meskipun pertumbuhan ekonomi global tergolong pesat,
kesenjangan ekonomi antara negara-negara maju dan berkembang masih sangat
tinggi dan terus memperluas kesenjangan sosial dan ekonomi di seluruh dunia.
4.
Demografi Perubahan demografis seperti peningkatan populasi, penuaan penduduk,
dan migrasi internasional berdampak besar pada politik, sosial, dan ekonomi
global.
5.
Krisis kemanusiaan Krisis kemanusiaan seperti konflik bersenjata, bencana alam,
dan pandemi global berdampak besar pada kehidupan manusia di seluruh dunia dan
menuntut solusi global untuk mengatasi masalah tersebut.
6.
Perdagangan dan globalisasi Perdagangan internasional dan globalisasi
mempercepat pertumbuhan ekonomi dan perubahan sosial, tetapi juga dapat memicu
ketidaksetaraan dan masalah lingkungan.
7.
Teknologi energi bersih Peningkatan penggunaan teknologi energi bersih dan
pergeseran dari sumber energi fosil dapat membantu mengatasi masalah lingkungan
dan mengurangi emisi gas rumah kaca di seluruh dunia.
Berikutnya,
apa sajakah perubahan di tingkat nasional? Ada banyak perubahan yang dapat
terjadi di tingkat nasional, tergantung pada konteks dan kondisi yang sedang
terjadi di negara tersebut. Beberapa perubahan yang mungkin terjadi di tingkat
nasional antara lain sebagai berikut.
1.
Perubahan dalam kebijakan pemerintahan Pergantian kepala negara, anggota DPR
berpotensi terjadinya perubahan di dalam kehidupan yang dilakukan melalui
perubahan peraturan atau kebijakan. Contohnya adalah kebijakan pengalihan bahan
bakar minyak tanah menjadi gas untuk menyalakan kompor rumah tangga.
2.
Perubahan dalam kebijakan ekonomi Pemerintah dapat mengubah kebijakan
ekonominya dari kapitalisme ke sosialisme atau sebaliknya, atau dari orientasi
ekonomi dalam negeri ke orientasi ekonomi global.
3.
Perubahan dalam kebijakan luar negeri Pemerintah dapat mengubah kebijakan luar
negerinya dari non-intervensi ke intervensi aktif dalam urusan internasional.
4.
Perubahan dalam sistem pendidikan Negara dapat melakukan reformasi pendidikan
dengan mengubah kurikulum, sistem ujian, atau metode pembelajaran.
5.
Perubahan dalam hukum dan sistem peradilan Pemerintah dapat mengubah
Undang-Undang atau prosedur peradilan untuk meningkatkan efektivitas sistem
peradilan.
6.
Perubahan dalam hak asasi manusia Pemerintah dapat meningkatkan perlindungan
hak asasi manusia, seperti hak atas kesehatan, pendidikan, dan kebebasan
berekspresi.
7.
Perubahan dalam sistem kesehatan Pemerintah dapat melakukan reformasi sistem
kesehatan dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas, kualitas, dan efisiensi
layanan kesehatan.
8.
Perubahan dalam sistem transportasi Negara dapat meningkatkan investasi di
bidang transportasi untuk memperbaiki jaringan jalan, sistem transportasi
publik, dan infrastruktur transportasi lainnya.
9.
Perubahan dalam sistem energi Pemerintah dapat mempromosikan penggunaan energi
terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan
meningkatkan efisiensi energi.
10.
Perubahan dalam sistem lingkungan Pemerintah dapat memperketat regulasi
lingkungan untuk melindungi sumber daya alam dan mengurangi dampak negatif
manusia pada lingkungan.
Selanjutnya,
apa saja perubahan di tingkat lokal? Perubahan di tingkat lokal dapat mencakup
berbagai hal tergantung pada konteks dan lingkupnya. Berikut beberapa contoh
perubahan yang mungkin terjadi di tingkat lokal.
1.
Perubahan demografi Perubahan dalam komposisi penduduk lokal, seperti
pertumbuhan populasi, penurunan angka kelahiran atau kematian, perubahan dalam
proporsi usia atau jenis kelamin penduduk.
2.
Perubahan ekonomi Perubahan dalam kondisi ekonomi lokal seperti peningkatan
atau penurunan pertumbuhan ekonomi, investasi baru, pengembangan sektor ekonomi
baru, penutupan perusahaan, dan lain-lain.
3.
Perubahan lingkungan Perubahan kondisi lingkungan lokal seperti peningkatan
polusi udara atau air, degradasi lahan, perubahan iklim, pengurangan
keanekaragaman hayati, dan lain-lain.
4.
Perubahan sosial Perubahan dalam norma, nilai, atau perilaku sosial di tingkat
lokal seperti perubahan gaya hidup, perubahan dalam pola makan, perubahan dalam
hubungan sosial, dan lain-lain.
5.
Perubahan politik Perubahan dalam sistem pemerintahan lokal seperti pergantian
kepala daerah, perubahan kebijakan publik, pembentukan atau pembubaran lembaga
pemerintah, dan lain-lain.
6.
Perubahan teknologi Perubahan dalam teknologi lokal seperti adopsi teknologi
baru, pengembangan inovasi lokal, dan lain-lain.
7.
Perubahan budaya Perubahan dalam praktik budaya lokal seperti penurunan atau
peningkatan popularitas seni dan budaya, perubahan dalam tradisi lokal, dan
lain-lain.
8.
Perubahan infrastruktur Perubahan dalam infrastruktur lokal seperti pembangunan
jalan, jembatan, gedung, rumah sakit, dan lain-lain.
9.
Perubahan pendidikan Perubahan dalam sistem pendidikan lokal seperti reformasi
kurikulum, pengembangan program pendidikan baru, dan lain-lain.
Perubahan-perubahan
tersebut dapat saling terkait dan memengaruhi satu sama lain. Hal ini
menunjukkan pentingnya mempertimbangkan semua aspek yang terlibat dalam
perubahan lokal ketika merencanakan dan mengimplementasikan perubahan-perubahan
tersebut.
E.
KEBERAGAMAN DALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA BHINNEKA
Tunggal
Ika adalah semboyan atau motto nasional Indonesia yang berarti “berbeda-beda
(tetapi) tetap satu jua”. Semboyan ini menggambarkan makna pentingnya persatuan
dalam keberagaman yang ada di Indonesia. Dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,
keberagaman merujuk pada banyaknya perbedaan yang ada di Indonesia, baik dari
segi suku, agama, budaya, bahasa, maupun ras.
Indonesia
memiliki lebih dari 300 suku bangsa yang memiliki kebudayaan, bahasa, dan adat
istiadat yang berbeda-beda. Selain itu, Indonesia juga memiliki beragam agama
seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, dan
kepercayaan-kepercayaan tradisional yang masih dijalankan oleh sebagian
masyarakat. Meskipun terdapat perbedaan-perbedaan tersebut, keberagaman dalam
bingkai Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan pentingnya menghargai, menghormati,
dan menerima perbedaan satu sama lain.
Keberagaman
juga menunjukkan kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia yang
beragam yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu,
Bhinneka Tunggal Ika menjadi penting dalam memelihara persatuan dan kesatuan
bangsa Indonesia di tengah keberagaman yang ada. Bhinneka Tunggal Ika
mengajarkan bahwa meskipun berbeda-beda, kita tetap satu bangsa yang harus
saling menghargai dan menghormati satu sama lain untuk membangun Indonesia yang
lebih baik.
