Materi PPKn Bab 4 Kelas 7 Full - Kurikulum Merdeka

 

BAB 4

KEBERAGAMAN BANGSA INDONESIA DALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA

Gambar. Bab 4 buku siswa pend. Pancasila kelas VII

 

A. MAKNA PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN

Persatuan haruslah kita jaga di tengah perbedaan yang ada. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan bahasa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman dapat dibuktikan di dalam kehidupan masyarakat yang menunjukkan adanya perbedaan yang meliputi jenis suku bangsa, agama dan kepercayaan, ras, dan juga perbedaan status sosial, pandangan politik, kesenjangan ekonomi, sampai kesenjangan sosial.

Menurut tokoh perdamaian antarumat beragama, Din Syamsuddin mengemukakan bahwa keberagaman merupakan fitrah manusia yang tidak bisa dihilangkan. Kita perlu menerimanya sebagai sebuah keniscayaan dan membangun persaudaraan antarumat beragama sebagai upaya memperkuat nilai-nilai kemanusiaan (Kompas, 2017). Menurut pengamat masalah sosial, Widiyanto (2017) mengemukakan bahwa keberagaman adalah keadaan atau sifat yang beragam, baik dalam hal ras, agama, budaya, atau nilai. Keberagaman dapat dianggap sebagai kekayaan yang dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam masyarakat. Secara umum, keberagaman dianggap sebagai fenomena sosial yang kompleks dan penting dalam kehidupan manusia.

Meskipun keberagaman dapat menjadi sumber konflik dan kesalahpahaman, keberagaman juga dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan negara jika dikelola dengan baik. Keberagaman yang ada di Indonesia adalah ciri khas bangsa sekaligus menjadi keunggulan bangsa Indonesia dari bangsa lain di dunia. Perbedaan dalam keberagaman bukanlah untuk dijadikan alasan perpecahan atau permusuhan. Perbedaan dalam keberagaman bangsa Indonesia berada dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, yaitu walaupun bangsa Indonesia memiliki banyak perbedaan, semuanya adalah satu kesatuan sebagai sebuah bangsa.

Bangsa Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan itu menjadi pedoman untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dibangun berdasarkan kenyataan dalam kehidupan masyarakat berupa keberagaman. Kita harus berupaya untuk menjadikan perbedaan dan keberagaman itu sebagai suatu kekuatan untuk bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional.

Perbedaan dan keberagaman tersebut harus diwadahi dalam satu ikatan yang menghormati segala perbedaan. Dengan demikian, keberagaman itu tidak akan berubah menjadi hal yang merugikan persatuan bangsa. Pada umumnya, perbedaan atau keberagaman yang ada di masyarakat dapat berdampak positif ataupun negatif. Dampak positif keberagaman adalah memiliki banyak alternatif atau pilihan baik berupa pemikiran, sumber daya manusia, dan bakat yang sangat dibutuhkan untuk kemajuan bangsa. Contoh dampak positif dari keberagaman adalah memiliki jumlah karya budaya yang banyak dan bervariasi, beragam rumah adat, banyaknya makanan khas daerah, dan masih banyak lagi.

Adapun dampak negatif dari keberagaman adalah munculnya benih konflik karena merasa golongan atau pihaknya saja yang paling benar yang diakibatkan oleh adanya kesulitan beradaptasi dalam suatu kesatuan. Munculnya perasaan kedaerahan dan kesukuan yang berlebihan dan disertai tindakan yang merusak persatuan, dapat mengancam keutuhan NKRI.

Demikian pula halnya dalam hal keberagaman beragama yang apabila satu pemeluk agama tidak mau berinteraksi dan menghargai pemeluk agama lainnya, maka akan menimbulkan perpecahan. Perbedaan golongan sosial ekonomi juga dapat memicu konflik, misalnya konflik antara kaum pendatang dan pribumi atau konflik golongan kaya dan miskin. Semua itu perlu diatasi dengan adanya saling menghormati dan menghargai. Keberagaman dalam masyarakat dapat terjadi disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut ini beberapa faktor yang memicu terjadinya keberagaman dalam suatu masyarakat.

1. Letak strategis wilayah Indonesia

Wilayah Indonesia diapit oleh dua samudra dan dua benua, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia serta Benua Asia dan Benua Australia. Letak Indonesia yang strategis membuat negara ini menjadi jalur perdagangan internasional. Karena berada di jalur perdagangan, maka hasil bumi tanah air Indonesia dapat dengan mudah dibawa ke luar negeri. Selain itu, Indonesia juga sulit untuk mencegah masuknya pengaruh asing, baik produk asing maupun kebudayaan dari luar, karena menjadi perlintasan orang dan barang.

2. Sebagai Negara Kepulauan

Di Indonesia terdapat ribuan pulau, baik yang berpenghuni maupun tidak. Kondisi antara satu pulau dengan pulau lainnya tidak sama. Demikian pula ukuran pulau yang ada tidaklah sama. Terdapat lima pulau besar dan ribuan pulau kecil. Kelima pulau besar tersebut antara lain Kalimantan, Sumatra, Papua, Sulawesi, dan Jawa. Pulau Kalimantan dan Papua masingmasing berbatasan dengan negara lain.

3. Perbedaan Kondisi Alam

Indonesia memiliki bentang alam yang lengkap dan menakjubkan. Ada kawasan pegunungan dengan ketinggian berbeda. Ada kawasan pantai, perbukitan, rawa, sungai, dataran kering dan tandus, juga dataran subur. Kondisi alam yang berbeda itu mengakibatkan terjadinya perbedaan pada apa yang tumbuh di atasnya. Tidak semua lahan cocok untuk ditanami padi atau jagung. Ada lahan yang cocok untuk tambak atau pembuatan garam. Kondisi alam yang berbeda itu menjadikan masyarakat yang tinggal di sana beradaptasi, seperti dalam hal membuat bentuk rumah, makanan pokok, pakaian, juga ragam kesenian sebagai ekspresi masyarakat.

4. Transportasi dan Komunikasi

Kemajuan transportasi membuat perpindahan orang maupun pertukaran barang menjadi lebih cepat dan mudah. Wilayah dengan sarana transportasi yang baik relatif akan lebih maju daripada wilayah yang sarana transportasinya tidak atau belum berkembang. Kelancaran komunikasi juga berpengaruh terhadap kemajuan daerah. Sebuah daerah yang memiliki infrastruktur atau daya dukung komunikasi yang baik dan terbaru akan lebih cepat menerima informasi dan menyebarkannya dari dan ke berbagai wilayah lain. Sebaliknya, wilayah dengan sistem informasi yang tertinggal akan terlambat menerima informasi terbaru dan cenderung akan tertinggal.

5. Penerimaan Masyarakat atas Perubahan

Persepsi masyarakat akan hal-hal baru tidak selalu sama. Tidak selamanya hal-hal yang baru itu menguntungkan bagi masyarakat. Namun, bagaimana sikap masyarakat terhadap hal-hal baru atau asing tersebut akan berpengaruh pada seberapa kuat terjadinya perubahan itu sendiri. Contohnya adalah ada sebagian masyarakat yang mudah menerima atau beradaptasi dengan segala hal yang berasal dari luar negeri dan merasa bahagia apabila sama dengan orang asing. Namun, ada juga masyarakat yang menjaga jarak dengan kehadiran orang atau budaya asing untuk menjaga keaslian identitasnya atau budayanya sendiri

 

B. PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN SUKU, AGAMA, RAS, DAN ANTARGOLONGAN DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT

1. Persatuan dalam Keberagaman Suku Beragam suku bangsa tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut sensus penduduk Badan Pusat Statistik pada 2010, di Indonesia hidup lebih dari 1.300 suku bangsa. Contoh suku bangsa di Indonesia antara lain suku Aceh, Batak, Melayu, Minang, Sunda, Baduy, Jawa, Dayak, Bugis, Minahasa, Bali, Timor, Maluku, Papua, dan masih banyak suku bangsa lainnya. Adapun suku bangsa terbanyak adalah suku Jawa dengan jumlah populasi mencapai 40,22 persen yang tersebar di tanah air dan sebagian besar tinggal di Pulau Jawa. Suku bangsa terbesar kedua adalah suku Sunda dengan jumlah populasi 15,50 persen. Suku Batak menempati posisi ketiga dengan jumlah populasi 3,58 persen.

Suku bangsa juga bisa diidentifikasi dengan menggunakan kategori dari unsur wilayah, karya budaya, bentuk rumah adat, atau pakaian tradisional. Misalnya rumah adat suku Baduy di Provinsi Banten terbuat dari bambu dan kayu yang ramah lingkungan. Hal ini sesuai dengan konsep hidup suku Baduy yang menyatu dengan alam.

2. Persatuan dalam Keberagaman Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), agama adalah ajaran atau sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Setiap warga negara dilindungi oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk memeluk satu agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

Agama juga dapat diartikan sebagai sejumlah peraturan yang dianggap suci, terkait dengan pelaksanaan ibadah, dan tradisi yang berkaitan dengan hubungan manusia, serta berhubungan dengan kekuatan yang lebih tinggi atau dengan keberadaan yang sakral. Agama meliputi keyakinan tentang asalusul dan tujuan kehidupan, moralitas, praktik atau ritual ibadah, dan konsep tentang dunia dan akhirat. Agama juga dapat dianggap sebagai sistem sosial yang membentuk komunitas berdasarkan kepercayaan bersama dan nilai-nilai moral. Hal ini sering melibatkan praktik ritual, seperti doa, meditasi, dan pengabdian kepada kekuatan yang lebih tinggi, serta penerapan prinsip-prinsip moral dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun definisi agama dapat bervariasi di antara budaya dan tradisi, secara umum agama memainkan peran penting dalam kehidupan banyak orang di seluruh dunia. Agama membantu mereka memahami dunia dan mengatasi tantangan yang dihadapi dalam hidup. Adapun agama resmi yang diakui keberadaannya di Indonesia adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Selain agama tersebut, pemerintah juga melindungi berbagai aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, di Indonesia setiap orang berhak memeluk agama sesuai dengan agama resmi yang diakui oleh negara. Setiap umat beragama dijamin untuk dapat menjalankan perintah-perintah dan ajaran dalam agamanya, termasuk merayakan hari raya.

Sebagai contoh, umat Islam diberikan kebebasan untuk merayakan hari raya Idulfitri dan Iduladha. Umat Kristen dan Katolik merayakan hari Natal, umat Hindu merayakan Nyepi, umat Buddha merayakan Waisak, dan umat Khonghucu merayakan Imlek. Hal tersebut sebagai bukti bahwa keberagaman agama di Indonesia sangat dihormati. Sikap toleransi yang tinggi dari seluruh pemeluk agama di Indonesia menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

3. Persatuan dalam Keberagaman Ras

Ras manusia yang berbeda berasal dari sejarah evolusi dan migrasi manusia yang berbeda di seluruh dunia. Selama ribuan tahun, manusia telah beradaptasi dengan lingkungan geografis yang berbeda, seperti iklim, tanah, dan sumber daya alam yang berbeda. Proses ini mengarah pada perbedaan fisik dan genetik antara kelompok manusia yang berbeda. Selain itu, faktor budaya dan sejarah juga berperan penting dalam pembentukan ras manusia.

Kebudayaan dan lingkungan sosial dapat memengaruhi pola perkawinan dan reproduksi yang dapat memperkuat karakteristik tertentu dalam kelompok manusia tertentu. Penting untuk diingat bahwa perbedaan ras manusia tidak menunjukkan perbedaan kualitas antarmanusia. Setiap orang layak dihormati dan dihargai sebagai individu yang unik dan berharga, terlepas dari ras atau latar belakangnya.

Ras adalah pengidentifikasian manusia berdasarkan ciri-ciri fisik dikaitkan dengan tempat dia berasal. Indonesia adalah negara yang terbuka dan tidak menutup diri dari pergaulan dunia. Sebagai negara yang terbuka terhadap masuknya bangsa asing, maka keberagaman ras di Indonesia menjadi hal yang wajar. Kehadiran pendatang dari berbagai wilayah dunia yang juga berasal dari ras yang ada kemudian menetap di Indonesia sehingga menyebabkan terjadinya keanekaragaman ras di Indonesia. Pada saat ini dapat diidentifikasikan bangsa Indonesia terdiri atas beberapa ras.

Penduduk yang berasal dari ras Malayan-Mongoloid banyak yang bermukim di wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Sulawesi. Penduduk dengan ras Melanesoid banyak tinggal di wilayah timur Indonesia yang meliputi Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Ada juga ras yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia yang dikenal dengan ras Asiatic Mongoloid. Ras ini biasanya berasal dari Tionghoa, Jepang, dan Korea. Masih ada ras lain yang berada di Indonesia, yaitu ras Kaukasoid. Ras Kaukasoid ini berasal dari India, Timur Tengah, Australia, Eropa, dan Amerika.

Berikut ini ciri-ciri fisik pengelompokkan ras.

1. Bentuk badan

Bentuk badan dimaksud adalah dilihat dari tinggi dan besar badan seseorang. Ada ras tertentu yang dikenal memiliki bentuk badan tinggi besar, namun ada juga ras yang dikenal memiliki perawakan kecil mungil.

2. Bentuk kepala

Biasanya bentuk kepala yang dijadikan ukuran adalah bulat atau memanjang yang menjadi ciri umum ras tertentu.

3. Bentuk muka atau wajah

Ada beberapa hal yang dijadikan patokan untuk mengidentifikan ras berdasarkan bentuk muka atau wajah seperti tulang pipi menonjol atau tidak, jarak antara dua tulang pipi dekat atau jauh, memiliki bentuk tulang rahang yang tegas atau tidak.

4. Bentuk hidung

Bentuk hidung ini relatif mudah dikenali dan biasanya orang mengelompokkan menjadi pesek, mancung, atau biasa.

5. Warna kulit, warna rambut, dan warna mata

Pengelompokan berdasarkan kategori ini mudah dilihat. Contohnya berkulit putih, kuning, hitam, atau sawo matang. Contoh lainnya berambut hitam, cokelat, pirang, dengan bentuk lurus, keriting, atau bergelombang, sedangkan dari warna mata yang dilihat adalah bulatan tengahnya ada yang mata hitam, biru, atau hijau.

 

Perbedaan ras bersifat genetik. Itu artinya setiap orang dilahirkan sesuai dengan asal keturunannya dan hal tersebut tidak bisa ditolak atau dihindari. Dengan demikian, kita tidak boleh melakukan penghinaan atau pelecehan terhadap ras orang lain, baik yang sama maupun yang berbeda.

4. Persatuan dalam Keberagaman Antargolongan

Permainan atau pertandingan tarik tambang selalu menarik. Dua kelompok berjuang mengerahkan tenaganya agar tidak tertarik ke wilayah lawannya. Malah sebaliknya, salah satu kelompok berusaha menarik lawan untuk masuk ke wilayahnya. Permainan ini menunjukkan adanya dua pihak yang memiliki perbedaan kepentingan. Walaupun memiliki perbedaan, keduanya juga memiliki persamaan, yaitu ingin menang. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat multikultural atau negara yang penduduknya memiliki ragam budaya.

Terdapat banyak kelompok di dalam masyarakat Indonesia. Kelompok-kelompok dalam masyarakat itu ada yang membentuk golongan atau dianggap sebagai satu golongan. Hal ini biasanya untuk memudahkan dalam mengidentifikasi perbedaan kelompok yang satu dengan yang lain, maupun membuat persamaan dari berbagai kelompok. Contohnya adalah penggolongan berdasarkan jenis pekerjaan seperti buruh, petani, guru, karyawan, atau nelayan. Ada juga penggolongan berdasarkan keaktifan di partai politik seperti pengurus partai, simpatisan, atau kader. Penggolongan dapat juga berdasarkan status sosial seperti pengusaha, pejabat, pelajar, ibu rumah tangga, dan sebagainya. Atau juga penggolongan berdasarkan wilayah seperti orang desa, kota, nama daerah. Perbedaan golongan ini dapat terjadi karena adanya kebutuhan dan pilihan dari masing-masing individu ataupun kelompok.

Pada bidang tertentu, perbedaan golongan ini dapat berubah dan berpindah. Namun ada juga golongan yang relatif sulit berpindah dan berubah. Perbedaan golongan dapat pula ditinjau berdasarkan hierarki dan setara. Golongan hierarki adalah golongan yang terbentuk secara vertikal atau ada kelompok yang berada di posisi atas dan ada yang di posisi bawah. Contoh penggolongan ini adalah berdasarkan status sosial (buruh-majikan, pimpinan staf-karyawan), pendidikan (tidak sekolah, tamat SD, SMP, SMA, Diploma/ Sarjana, Pascasarjana), jabatan (presiden, gubernur, walikota, bupati). Golongan yang setara yang tidak memandang lebih tinggi dari lainnya meliputi penggolongan berdasarkan agama, idealisme, adat istiadat, dan sebagainya. Perbedaan golongan yang ada di masyarakat bukanlah alasan untuk terjadinya perpecahan. Perbedaan golongan yang ada itu untuk saling melengkapi kebutuhan manusia dalam kehidupan.

Manusia perlu berperan dalam berbagai bidang kehidupan sesuai dengan minat dan kemampuannya. Setiap orang pun harus saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. Selanjutnya, dalam kehidupan, mereka dapat melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan hidup bersama. Contohnya bentuk kerja sama baik langsung maupun tidak langsung adalah golongan pedagang hanya dapat menyediakan barang jika ada penyuplai barang seperti dari petani atau pengrajin, petani dapat hidup sejahtera dan menikmati hasil pertaniannya jika hasil panen dijual kepada konsumen yang luas melalui pedagang yang tersebar di berbagai wilayah. Cobalah kalian kemukakan contoh lainnya.

 

C. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBERAGAMAN

Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan perubahan sosial dan keberagaman dalam suatu masyarakat. Berikut beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi perubahan sosial dan keberagaman.

1. Faktor teknologi Kemajuan teknologi dapat mempercepat perubahan sosial dan keberagaman dalam masyarakat, terutama dalam hal komunikasi dan akses informasi.

2. Faktor demografi Perubahan jumlah penduduk, struktur usia, dan tingkat kelahiran serta kematian dapat memengaruhi keberagaman dan perubahan sosial dalam masyarakat.

3. Faktor ekonomi Perubahan ekonomi, seperti perubahan dalam pola kerja, pendapatan, dan jenis pekerjaan, dapat memengaruhi keberagaman dan perubahan sosial dalam masyarakat.

4. Faktor politik Perubahan pemerintahan, kebijakan publik, dan hukum dapat memengaruhi perubahan sosial dan keberagaman dalam masyarakat.

5. Faktor lingkungan Perubahan lingkungan fisik, seperti perubahan iklim dan kondisi alam, dapat memengaruhi perubahan sosial dan keberagaman dalam masyarakat.

6. Faktor budaya Perubahan nilai-nilai, norma, dan perilaku budaya dapat memengaruhi keberagaman dan perubahan sosial dalam masyarakat.

7. Faktor migrasi Perubahan mobilitas penduduk dan migrasi dapat memengaruhi keberagaman dan perubahan sosial dalam masyarakat.

8. Faktor globalisasi Perubahan dalam hubungan internasional dan arus informasi global dapat memengaruhi perubahan sosial dan keberagaman dalam masyarakat.

9. Faktor konflik Konflik sosial dan politik dapat memengaruhi keberagaman dan perubahan sosial dalam masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang

10. Faktor agama Perubahan dalam praktik agama dan kepercayaan dapat memengaruhi keberagaman dan perubahan sosial dalam masyarakat.

D. TANTANGAN DAN SIKAP TERHADAP PENGARUH PERUBAHAN BUDAYA TINGKAT LOKAL, NASIONAL, DAN GLOBAL

Perubahan sosial budaya di sekitar kita tidak dapat dihindari dan akan terus terjadi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bisa merespons perubahan yang terjadi dengan baik, terutama di era yang serba cepat dan dinamis seperti saat ini. Berikut ini adalah beberapa tips untuk merespons perubahan yang terjadi.

1. Terima perubahan dengan positif Jangan takut dengan perubahan. Cobalah terima dengan positif, lihatlah peluang yang terbuka dan manfaat yang dapat diperoleh.

2. Evaluasi situasi Lakukan evaluasi terhadap perubahan yang terjadi, termasuk hal yang berubah dan tidak berubah, implikasi bagi diri sendiri atau organisasi, serta hal yang perlu dilakukan.

3. Buat rencana tindakan Setelah mengevaluasi situasi, buatlah rencana tindakan untuk mengatasi perubahan tersebut. Hal yang harus dilakukan untuk menyesuaikan diri atau organisasi dengan perubahan dan cara mengimplementasikan perubahan tersebut.

4. Berkomunikasi Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan orang lain tentang perubahan yang terjadi. Diskusikan mengenai pengaruh perubahan pada diri sendiri atau organisasi dan cara mengatasinya bersama-sama.

5. Jangan terlalu cepat menyerah Perubahan sering kali memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri. Jangan terlalu cepat menyerah jika ada tantangan dalam mengatasi perubahan tersebut.

6. Terus belajar Perubahan yang terjadi bisa menjadi peluang untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Jangan berhenti belajar dan mencoba hal-hal baru.

 

Dengan merespons perubahan dengan baik, kalian akan lebih siap untuk menghadapi tantangan dan mencapai tujuan yang diinginkan Perubahan tidak hanya terjadi dalam skala kecil masyarakat, namun juga di tingkat nasional dan dunia.

 Berikut ini adalah contoh perubahan di tingkat global.

1. Perubahan iklim Perubahan iklim di seluruh dunia terus memengaruhi lingkungan dan berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk kesehatan, pertanian, dan ekonomi.

2. Revolusi digital Perkembangan teknologi informasi dan internet telah memicu perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan di seluruh dunia, mempercepat pertumbuhan ekonomi digital dan memengaruhi cara manusia berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain.

3. Kesenjangan ekonomi Meskipun pertumbuhan ekonomi global tergolong pesat, kesenjangan ekonomi antara negara-negara maju dan berkembang masih sangat tinggi dan terus memperluas kesenjangan sosial dan ekonomi di seluruh dunia.

4. Demografi Perubahan demografis seperti peningkatan populasi, penuaan penduduk, dan migrasi internasional berdampak besar pada politik, sosial, dan ekonomi global.

5. Krisis kemanusiaan Krisis kemanusiaan seperti konflik bersenjata, bencana alam, dan pandemi global berdampak besar pada kehidupan manusia di seluruh dunia dan menuntut solusi global untuk mengatasi masalah tersebut.

6. Perdagangan dan globalisasi Perdagangan internasional dan globalisasi mempercepat pertumbuhan ekonomi dan perubahan sosial, tetapi juga dapat memicu ketidaksetaraan dan masalah lingkungan.

7. Teknologi energi bersih Peningkatan penggunaan teknologi energi bersih dan pergeseran dari sumber energi fosil dapat membantu mengatasi masalah lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca di seluruh dunia.

 

Berikutnya, apa sajakah perubahan di tingkat nasional? Ada banyak perubahan yang dapat terjadi di tingkat nasional, tergantung pada konteks dan kondisi yang sedang terjadi di negara tersebut. Beberapa perubahan yang mungkin terjadi di tingkat nasional antara lain sebagai berikut.

1. Perubahan dalam kebijakan pemerintahan Pergantian kepala negara, anggota DPR berpotensi terjadinya perubahan di dalam kehidupan yang dilakukan melalui perubahan peraturan atau kebijakan. Contohnya adalah kebijakan pengalihan bahan bakar minyak tanah menjadi gas untuk menyalakan kompor rumah tangga.

2. Perubahan dalam kebijakan ekonomi Pemerintah dapat mengubah kebijakan ekonominya dari kapitalisme ke sosialisme atau sebaliknya, atau dari orientasi ekonomi dalam negeri ke orientasi ekonomi global.

3. Perubahan dalam kebijakan luar negeri Pemerintah dapat mengubah kebijakan luar negerinya dari non-intervensi ke intervensi aktif dalam urusan internasional.

4. Perubahan dalam sistem pendidikan Negara dapat melakukan reformasi pendidikan dengan mengubah kurikulum, sistem ujian, atau metode pembelajaran.

5. Perubahan dalam hukum dan sistem peradilan Pemerintah dapat mengubah Undang-Undang atau prosedur peradilan untuk meningkatkan efektivitas sistem peradilan.

6. Perubahan dalam hak asasi manusia Pemerintah dapat meningkatkan perlindungan hak asasi manusia, seperti hak atas kesehatan, pendidikan, dan kebebasan berekspresi.

7. Perubahan dalam sistem kesehatan Pemerintah dapat melakukan reformasi sistem kesehatan dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas, kualitas, dan efisiensi layanan kesehatan.

8. Perubahan dalam sistem transportasi Negara dapat meningkatkan investasi di bidang transportasi untuk memperbaiki jaringan jalan, sistem transportasi publik, dan infrastruktur transportasi lainnya.

9. Perubahan dalam sistem energi Pemerintah dapat mempromosikan penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan efisiensi energi.

10. Perubahan dalam sistem lingkungan Pemerintah dapat memperketat regulasi lingkungan untuk melindungi sumber daya alam dan mengurangi dampak negatif manusia pada lingkungan.

 

Selanjutnya, apa saja perubahan di tingkat lokal? Perubahan di tingkat lokal dapat mencakup berbagai hal tergantung pada konteks dan lingkupnya. Berikut beberapa contoh perubahan yang mungkin terjadi di tingkat lokal.

1. Perubahan demografi Perubahan dalam komposisi penduduk lokal, seperti pertumbuhan populasi, penurunan angka kelahiran atau kematian, perubahan dalam proporsi usia atau jenis kelamin penduduk.

2. Perubahan ekonomi Perubahan dalam kondisi ekonomi lokal seperti peningkatan atau penurunan pertumbuhan ekonomi, investasi baru, pengembangan sektor ekonomi baru, penutupan perusahaan, dan lain-lain.

3. Perubahan lingkungan Perubahan kondisi lingkungan lokal seperti peningkatan polusi udara atau air, degradasi lahan, perubahan iklim, pengurangan keanekaragaman hayati, dan lain-lain.

4. Perubahan sosial Perubahan dalam norma, nilai, atau perilaku sosial di tingkat lokal seperti perubahan gaya hidup, perubahan dalam pola makan, perubahan dalam hubungan sosial, dan lain-lain.

5. Perubahan politik Perubahan dalam sistem pemerintahan lokal seperti pergantian kepala daerah, perubahan kebijakan publik, pembentukan atau pembubaran lembaga pemerintah, dan lain-lain.

6. Perubahan teknologi Perubahan dalam teknologi lokal seperti adopsi teknologi baru, pengembangan inovasi lokal, dan lain-lain.

7. Perubahan budaya Perubahan dalam praktik budaya lokal seperti penurunan atau peningkatan popularitas seni dan budaya, perubahan dalam tradisi lokal, dan lain-lain.

8. Perubahan infrastruktur Perubahan dalam infrastruktur lokal seperti pembangunan jalan, jembatan, gedung, rumah sakit, dan lain-lain.

9. Perubahan pendidikan Perubahan dalam sistem pendidikan lokal seperti reformasi kurikulum, pengembangan program pendidikan baru, dan lain-lain.

 

Perubahan-perubahan tersebut dapat saling terkait dan memengaruhi satu sama lain. Hal ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan semua aspek yang terlibat dalam perubahan lokal ketika merencanakan dan mengimplementasikan perubahan-perubahan tersebut.

 

E. KEBERAGAMAN DALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA BHINNEKA

Tunggal Ika adalah semboyan atau motto nasional Indonesia yang berarti “berbeda-beda (tetapi) tetap satu jua”. Semboyan ini menggambarkan makna pentingnya persatuan dalam keberagaman yang ada di Indonesia. Dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, keberagaman merujuk pada banyaknya perbedaan yang ada di Indonesia, baik dari segi suku, agama, budaya, bahasa, maupun ras.

Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa yang memiliki kebudayaan, bahasa, dan adat istiadat yang berbeda-beda. Selain itu, Indonesia juga memiliki beragam agama seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, dan kepercayaan-kepercayaan tradisional yang masih dijalankan oleh sebagian masyarakat. Meskipun terdapat perbedaan-perbedaan tersebut, keberagaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan pentingnya menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan satu sama lain.

Keberagaman juga menunjukkan kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, Bhinneka Tunggal Ika menjadi penting dalam memelihara persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah keberagaman yang ada. Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan bahwa meskipun berbeda-beda, kita tetap satu bangsa yang harus saling menghargai dan menghormati satu sama lain untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama