Materi PPKn Bab 5 Kelas 9 Full - Kurikulum Merdeka (Fase D)

 Bab 5

MENJAGA KEUTUHAN WILAYAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

 

A. KOMITMEN UNTUK MENJAGA KEUTUHAN WILAYAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)

Pada bagian ini kamu akan mempelajari komitmen untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI. Materi ini penting untuk dipelajari sebab kamu memiliki tanggung jawab dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI.

Pengertian komitmen seperti yang disampaikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perjanjian atau keterikatan untuk melakukan sesuatu, atau tanggung jawab terhadap sesuatu. Komitmen untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI artinya setiap warga negara memiliki tanggung jawab dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan keutuhan NKRI. Komitmen ini ada di berbagai level mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga kepada setiap warga negara Indonesia. Setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga Indonesia.

Dari hasil Sensus Penduduk 2020 dapat diketahui potensi Indonesia berdasarkan jumlah, sebaran, proporsi, dan komposisi penduduk Indonesia. Betapa besar Indonesia baik dari segi jumlah penduduk, luas wilayah, maupun sumber daya alamnya. Jika semua potensi tersebut dimanfaatkan dengan baik, setiap rakyat akan lebih sejahtera. Dalam konteks kependudukan dikenal istilah bonus demografi. Apa yang kamu ketahui tentang istilah tersebut?

Menurut Sri Moertiningsih Setyo Adioetomo (2005), Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) yang ahli dalam bidang demografi, bonus demografi terjadi ketika penduduk produktif di suatu negara lebih banyak dibandingkan penduduk nonproduktif. Penduduk produktif artinya penduduk usia kerja. Agar Indonesia meraih bonus demografi yang optimal, anak-anak Indonesia perlu mendapatkan pendidikan berkualitas dan makanan bergizi.

Apa yang terjadi ketika pendidikan anak-anak Indonesia dan gizi serta nutrisinya tidak terpenuhi? Dampak yang terjadi adalah sumber daya manusia (SDM) Indonesia tidak memiliki kompetensi atau kemampuan yang baik untuk mengoptimalkan potensinya. Untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan gizi yang baik, serta dapat meraih cita-cita yang diinginkan, generasi muda saat ini perlu memiliki karakter mulia berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Generasi muda Indonesia dibangun agar memiliki karakter sesuai dengan nilai ketuhanan, kemanusian, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.

Menghadapi masalah kondisi SDM Indonesia yang tertinggal maka dibutuhkan komitmen dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Di bidang pendidikan misalnya komitmen tersebut dibuktikan oleh pemerintah dengan memberikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Beberapa kebijakan lain terkait dengan pendidikan antara lain Program Indonesia Pintar (PIP) dan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kebijakan tersebut untuk meningkatkan akses masyarakat kepada pendidikan.

Selain kebijakan di bidang pendidikan, komitmen pemerintah baik pusat maupun daerah di berbagai bidang kehidupan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas penduduk Indonesia. Hal tersebut merupakan komitmen dalam menjaga NKRI. Komitmen pemerintah ditandai oleh kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Kebijakan-kebijakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan rakyat.

Dalam level komunitas masyarakat, komitmen untuk menjaga NKRI dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Salah satu contohnya dengan menjaga lingkungan sekitar. Menjaga alam dan lingkungan merupakan salah satu komitmen menjaga NKRI di level komunitas. Masyarakat bertanggung jawab dalam menjaga lingkungannya agar tetap bersih dan rapi. Komitmen seluruh komunitas dalam menjaga lingkungan akan berpengaruh pada kualitas kehidupan yang ada di masyarakat tersebut.

B. UPAYA MEMPERTAHANKAN KESATUAN DAN PERSATUAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memuat dasar negara, yaitu Pancasila. Upaya mempertahankan kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat dilakukan dengan menerapkan Pancasila. Pancasila menjadi landasan untuk melaksanakan pembangunan nasional dan menegakkan tiga wujud cita-cita bangsa Indonesia berikut.

1). Mewujudkan satu Negara Republik Indonesia yang berbentuk negara kesatuan dan negara kebangsaan yang demokratis dengan wilayah kekuasaan membentang dari Sabang sampai Merauke.

Setelah menyanyikan lagu tersebut semoga kamu merasa bersemangat dan makin merasa memiliki Indonesia sebagai tanah air. Pulau-pulau yang sambung-menyambung menjadi satu merupakan anugerah bagi bangsa Indonesia. Menjaga pulau-pulau tersebut dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan penduduk menjadi tantangan yang luar biasa.

Pulau-pulau yang indah di Indonesia tidak saja sebagai tempat tinggal yang nyaman untuk setiap penduduk, tetapi juga tempat berbagai potensi alam tersedia yang harus dijaga atau dilindungi. Indonesia sebagai negara demokratis memiliki kewajiban untuk melindungi setiap warga negara. Selain itu, setiap sumber daya alam harus dioptimalkan pemanfaatannya untuk kesejahteraan setiap warga negara.

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Dari Sabang sampai Merauke dipenuhi hutan dan laut yang di dalamnya terdapat ragam flora dan fauna, minyak bumi, emas, gas, batu bara, dan lain sebagainya. Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyebutkan bahwa “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Pasal tersebut menunjukkan bahwa negara harus dapat memanfaatkan setiap potensi yang ada di alam Indonesia untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

2). Membentuk satu masyarakat adil dan makmur materiel dan spiritual dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Indonesia yang adil dan makmur menjadi cita-cita bersama yang perlu diwujudkan. Mewujudkan amanat tersebut bukan perkara mudah sehingga membutuhkan kerja keras dan kerja sama dari berbagai pihak. Masyarakat adil dan makmur dapat terwujud ketika hak dan kewajiban setiap warga negara mendapatkan porsi seimbang. Beberapa upaya pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur misalnya dengan memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, transportasi, bantuan sosial, dan lainnya.

Setiap warga negara tanpa melihat status sosial ekonomi harus diperlakukan secara adil. Hal tersebut merupakan amanat dari Pancasila sila kelima. Pembangunan yang ada di Indonesia harus dinikmati oleh setiap rakyat di seluruh penjuru Indonesia. Meskipun kamu tinggal di kepulauan terpencil misalnya, negara wajib memenuhi kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, bantuan sosial, atau lainnya.

3). Membentuk satu persahabatan yang baik antara Indonesia dengan negara lain di dunia atas dasar saling menghormati dan ikut menciptakan ketertiban dunia. Perhatikan foto berikut;

Foto tersebut menunjukkan salah satu kunjungan kenegaraan Presiden Sukarno ke Meksiko, Amerika Utara pada 4 Juni 1960. Kunjungan Presiden Sukarno tersebut menjadi salah satu bukti upaya Indonesia menjalin persahabatan dengan negara lain untuk menjalin perdamaian. Indonesia membangun hubungan baik dengan negara-negara di dunia dengan prinsip bebas aktif. Indonesia tidak dapat menutup hubungan diplomatik dengan negara-negara di dunia. Indonesia aktif di berbagai organisasi internasional, baik tingkat regional maupun global. Saat ini pun Indonesia aktif menjalin kerja sama internasional dengan negara-negara lain di dunia dan melakukan pertemuan dengan berbagai negara di dunia seperti aktif dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, KTT Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC), dan lain sebagainya.

Dalam upaya mempertahankan kesatuan dan persatuan NKRI diperlukan kerja sama di antara berbagai pihak seperti pemerintah pusat dan pemerintah daerah disertai partisipasi dari masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir Indonesia menghadapi persoalan-persoalan terkait dengan kasus terorisme, intoleransi, serta pertahanan dan keamanan. Hal tersebut menjadi persoalan dalam mempertahankan kesatuan dan persatuan NKRI.

Persatuan dan kesatuan NKRI sangat penting, sehingga kita perlu menjaganya dari berbagai konflik yang dapat memecah belah bangsa ini. Indonesia menjadi kuat ketika setiap suku, adat, keyakinan, kelas sosial, dan budaya yang berbeda dapat hidup berdampingan di tengah keberagaman. Menurut Yudi Latif (2013), Sukarno membangun rasa kebangsaan dengan membangkitkan nasionalisme yang memberi penyadaran agar rakyat merasa sebagai satu golongan dan satu bangsa. Dalam pandangan Sukarno, melalui gotong royong, perjuangan bersama-sama, saling membantu, untuk kepentingan bersama, setiap upaya dapat diwujudkan.

Menghadapi kasus terorisme, intoleransi, serta pertahanan dan keamanan membutuhkan kerja kolaborasi berbagai pihak. Gotong royong dalam membangun Indonesia damai menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak. Penting untuk menjaga rasa persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman Indonesia. Setiap warga negara perlu saling menghormati dan patuh terhadap aturan hukum yang berlaku. Hak dan kewajiban sebagai warga negara menjadi panduan dalam menjalankan kegiatan keseharian. Untuk menjaga persatuan dan kesatuan, langkah awal yang dapat dilakukan adalah saling mengenali sesama. Dengan keberagaman budaya, agama, kelas sosial memang menjadi tantangan untuk saling mengenal satu dengan lainnya. Oleh sebab itu, berbagai program baik yang ada di lingkungan masyarakat maupun sekolah harus mampu melibatkan pihak-pihak dari berbagai latar belakang untuk saling mengenal.

Apakah kamu sudah berupaya untuk mengenal teman-teman yang ada di kelas, sekolah, dan lingkungan rumah? Jika kamu sudah mengenal mereka, kemungkinan besar akan lebih mudah melakukan kerja sama atau kolaborasi. Setelah saling mengenal, kamu akan mudah bersikap toleran karena memahami setiap perbedaan yang ada. Pada konteks yang lebih besar sikap menghormati perbedaan dan toleran akan sangat berkontribusi pada kedamaian yang ada di Indonesia. Hidup yang penuh kedamaian akan membuat kamu lebih mudah untuk meraih beragam cita-cita.

C. TANTANGAN DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN WILAYAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Pada bagian ini kamu akan mempelajari beberapa tantangan dalam upaya mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tantangan tersebut sebagai berikut.

1. Wilayah Indonesia yang Luas

Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang luas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2021, luas wilayah Indonesia adalah 1.916.906,77 km2 . Di satu sisi, luas wilayah Indonesia menyimpan banyak potensi. Di sisi lain, wilayah Indonesia menyimpan sejumlah tantangan terkait upaya menjaga dan mempertahankan wilayahnya yang luas.

Tidak mudah untuk mengelola negara dengan wilayah luas yang terdiri atas daratan dan lautan. Apalagi di Indonesia terdapat pulau-pulau yang memiliki hambatan kondisi geografis. Kondisi ini menyebabkan pemerintah kesulitan memberikan berbagai layanan kepada penduduk secara optimal. Sebagai contoh, daerah yang memiliki hambatan kondisi geografis akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan program pembangunan transportasi, listrik, internet, air bersih, layanan pendidikan dan kesehatan.

2. Akses Antardaerah Kurang Setara

Kesenjangan atau perbedaan akses dapat dirasakan oleh penduduk di daerah perkotaan dan perdesaan di Indonesia. Penduduk perkotaan relatif memiliki akses memadai terkait fasilitas publik seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, transportasi publik, dan fasilitas lainnya. Sementara itu, penduduk perdesaan memiliki keterbatasan untuk memanfaatkan fasilitas publik. Kondisi tersebut berpengaruh pada percepatan pembangunan yang berbeda-beda di setiap daerah. Daerah-daerah yang memiliki akses baik akan lebih mudah melaksanakan pembangunan di berbagai bidang.

Pemerintah berusaha memberikan akses yang adil dan setara bagi semua wilayah Indonesia dengan membangun berbagai infrastruktur seperti sekolah, rumah sakit, jalan raya dan kereta api, bandara, bendungan, pelabuhan, jembatan, dan lainnya secara bertahap. Pemerintah daerah pun berupaya agar akses infrastruktur di masing-masing daerah dapat ditingkatkan pembangunannya untuk memberi kemudahan bagi aktivitas yang dilakukan oleh setiap warga. Meskipun masih ada keterbatasan, upaya meningkatkan pembangunan infrastruktur di wilayah Indonesia menjadi salah satu fokus dari pemerintah.

3. Persebaran Penduduk yang Belum Merata

Menurut data Sensus Penduduk 2020, sebaran penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Meskipun luas geografisnya hanya sekitar 7% dari seluruh wilayah Indonesia, Pulau Jawa dihuni oleh 151,59 juta penduduk atau 56,10% penduduk Indonesia. Padat sekali, bukan? Adapun sebaran penduduk terbesar kedua terdapat di Pulau Sumatra dengan jumlah penduduk sebanyak 58,56 juta orang atau 21,68%. Pulau Sulawesi mempunyai sebaran sebesar 7,36% dan Pulau Kalimantan mempunyai sebaran 6,15%. Sementara itu, wilayah Bali-Nusa Tenggara dan Maluku-Papua masing-masing 5,54 % dan 3,17%.

Menurut data Badan Pusat Statistik 2021, terdapat 16.766 pulau yang terbentang dari Pulau Sumatra hingga Papua. Selanjutnya, luas keseluruhan daratan Indonesia yang melingkupi pulau-pulau tersebut mencapai hampir 2 juta km2 . Akan tetapi, tidak semua pulau tersebut dihuni oleh penduduk. Oleh karena itu, kepadatan penduduk di setiap pulau bervariasi. Persebaran penduduk masih didominasi di wilayah-wilayah perkotaan. Fasilitas publik yang dapat dinikmati oleh penduduk masih belum terdistribusi merata di seluruh wilayah Indonesia.

4. Peningkatan Kualitas SDM

Peningkatan kualitas SDM berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan. Masa depan bangsa salah satunya ditentukan oleh SDM yang berkualitas. Meskipun demikian, peningkatan kualitas SDM di Indonesia masih memiliki tantangan. Layanan pendidikan perlu lebih memperhatikan tantangan zaman dan keberagaman kondisi geografis, sosial budaya, serta demografis. Berdasarkan Statistik Indonesia 2022, jumlah penduduk Indonesia tercatat sebanyak 275 juta jiwa. Dengan kondisi tersebut Indonesia memiliki tantangan untuk meningkatkan SDM yang berkualitas.

Perbedaan adalah anugerah. Untuk menyikapi perbedaan maka toleransi, cinta kasih, saling menghargai, dan gotong royong harus lebih diutamakan, dibandingkan sikap saling curiga. Oleh karena itu, perlu ada kegiatan yang memungkinkan setiap penduduk saling mengenal, kemudian bekerja sama. Sebagai contoh, kamu mengenal dengan baik setiap temanmu di kelas sehingga kamu dapat saling memahami dan menghargai.

5. Keragaman Suku, Bahasa, Agama, dan Kepercayaan

Indonesia memiliki keragaman suku, bahasa, agama, dan kepercayaan. Keragaman di Indonesia merupakan salah satu kekayaan dan anugerah yang dimiliki bangsa Indonesia. Meskipun demikian, keragaman menyimpan tantangan, misalnya jika tidak ada rasa saling percaya maka risiko terjadinya konflik di tengah keragaman sangat tinggi.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 dipaparkan bahwa mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing menjadi salah satu agenda pembangunan. Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, adaptif, inovatif, terampil, dan berkarakter melalui agenda pembangunan tersebut. SDM yang berkualitas dan berdaya saing sangat dibutuhkan dalam mewujudkan akselerasi pertumbuhan ekonomi. Agar hal tersebut terpenuhi, pendidikan berkualitas harus dirasakan oleh semua anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

6. Isu Pertahanan dan Keamanan

Posisi geografis Indonesia berbatasan langsung dengan negara-negara lain. Di sebelah utara, Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Thailand, Palau, dan Laut Cina Selatan. Di sebelah selatan, Indonesia berbatasan dengan Australia, Timor Leste, dan Samudera Hindia. Di sebelah barat, Indonesia berbatasan dengan Samudera Hindia. Di sebelah timur, Indonesia berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik. Selain itu, Indonesia diperkirakan memiliki 111 pulau kecil terluar yang perlu dipertahankan dan dikelola secara optimal. Dalam kondisi demikian, isu pertahanan dan keamanan sangat perlu diperhatikan.

Menurut Suryana, dibutuhkan sistem pertahanan bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah. Sistem pertahanan tersebut diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman (Sishankamrata).

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Kebijakan Pertahanan Negara Tahun 2022 disampaikan bahwa kebijakan pertahanan negara harus mampu menghadapi ancaman yang ditimbulkan dari dinamika perkembangan lingkungan strategis, baik nasional, regional, maupun global. Dinyatakan dalam aturan tersebut, pengelolaan sistem pertahanan negara merupakan salah satu fungsi pemerintahan negara yang ditujukan untuk melindungi kepentingan nasional, mendukung kebijakan nasional di bidang pertahanan, dan upaya untuk menyelenggarakan pengelolaan sumber daya nasional menjadi kekuatan pertahanan negara.

Dalam aturan tersebut disampaikan bahwa Indonesia dihadapkan pada masalah instabilitas atau ketidakstabilan isu regional seperti beberapa konflik kawasan. Misalnya, konflik Laut Cina Selatan, konflik di Semenanjung Korea, dan konflik Tiongkok-Taiwan. Selain itu, pada tataran global, geopolitik dunia terus dihadapkan pada persaingan kekuatan negara-negara besar. Dalam dua tahun terakhir, sejak 2020 dunia dihadapkan pada pandemi Covid-19 yang menjadi ancaman yang dapat menimbulkan krisis bidang kesehatan yang juga berakibat pada ekonomi, kelangkaan pangan, kelangkaan lapangan kerja dan pengangguran, energi, dan lain sebagainya.

D. MENUMBUHKAN KESADARAN UNTUK MENJAGA KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi bagian penting yang perlu dilakukan melalui keluarga, sekolah, masyarakat, dan media sosial.

1. Keluarga

Keluarga merupakan awal dari proses pendidikan bagi anak-anak. Keluarga dapat menjadi media penanaman nilai-nilai yang terkait dengan rasa mencintai Indonesia. Sebagai contoh, di lingkungan keluarga dapat dipaparkan kekayaan Indonesia yang luar biasa, baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Anak-anak diajak untuk mengenal Indonesia agar mereka memiliki keinginan untuk menjaganya dengan penuh semangat. Orang tua dapat membacakan cerita tentang perjuangan pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Orang tua dapat memberi anak-anak bahan bacaan atau tontonan yang membuat mereka lebih mengenal tokoh-tokoh bangsa yang sudah berjuang untuk bangsa dan negara.

Nilai-nilai kecintaan terhadap bangsa dan negara dapat diberikan melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, mengajak anak membersihkan lingkungan rumah dan masyarakat, merawat tanaman yang ada di lingkungan sekitar, tidak membuang sampah sembarangan, dan berteman dengan anak-anak yang ada di sekitar rumah. Penanaman pembiasaan tersebut diperlukan untuk membentuk karakter baik dalam diri anak. Pembiasaan tersebut dapat berkontribusi agar anak-anak dapat mencintai Indonesia.

2. Sekolah

Pendidikan formal yang diberikan di sekolah menjadi salah satu bagian dalam upaya membentuk kesadaran dalam menjaga NKRI. Materi-materi yang diberikan oleh guru melalui pelajaran di sekolah, kegiatan organisasi sekolah, dan kegiatan lainnya merupakan sarana untuk membentuk peserta didik yang memiliki kecintaan terhadap Indonesia.

Sekolah dapat melaksanakan berbagai program yang menyadarkan pentingnya gotong royong, rasa kemanusiaan, toleransi, serta kerja sama di antara sesama peserta didik. Sekolah juga dapat membuat program yang memungkinkan peserta didik lebih memahami lingkungan sosialnya. Tugas-tugas yang diberikan di sekolah ditujukan untuk menyadarkan peserta didik tentang pentingnya menjaga NKRI. Peserta didik yang cerdas dan berkarakter menjadi bagian penting untuk menjaga Indonesia pada masa kini dan masa depan.

3. Lingkungan Masyarakat

Lingkungan masyarakat merupakan tempat belajar terbaik bagi peserta didik. Mereka mengamati perilaku dari masyarakat di sekitarnya. Beberapa kegiatan yang dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik terkait pentingnya menjaga NKRI dapat dilakukan melalui beberapa kegiatan sederhana. Sebagai contoh, peserta didik dapat dilibatkan dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, bakti sosial, kegiatan keagamaan atau perayaan nasional, dan beberapa kegiatan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut peserta didik diajak untuk menjaga lingkungan di sekitarnya. Dengan demikian, mereka makin memahami cara menjaga lingkungan sekitar. Keterlibatan peserta didik dalam kegiatan sehari-hari tentu harus disesuaikan dengan usianya. Kegiatan-kegiatan yang ada menjadi bagian penting untuk peserta didik agar dapat memiliki kepekaan sosial terhadap situasi dalam masyarakat. Untuk membangun empati, peserta didik juga dapat diajak mengunjungi tetangga yang sakit atau datang melayat ke rumah tetangga yang meninggal atau terkena musibah.

4. Media Sosial dan Internet

Internet sangat berpengaruh bagi kehidupan saat ini. Informasi apa pun dapat dicari dan disebarkan dengan mudah menggunakan internet. Sisi positif adanya internet adalah kamu dapat mencari beragam pengetahuan dengan satu kali klik.

Generasi saat ini telah demikian akrab dengan media sosial. Media sosial sering menjadi sarana penyebaran berita-berita hoaks. Oleh karena itu, kamu hendaknya memiliki kemampuan untuk memilih dan memilah informasi. Pilih dan pilah informasi yang akurat dan dapat dipercaya. Kemampuan memilih dan memilah informasi membutuhkan literasi digital yang memadai. Dengan literasi digital, kamu memiliki pemahaman yang memadai dalam membaca informasi. Informasi harus disaring dan dipastikan kebenarannya sebelum disebarluaskan ke banyak pihak.

Pemerintah dapat menggunakan media sosial untuk membangun literasi digital generasi muda terkait pentingnya menjaga keutuhan NKRI. Apa saja yang dapat dilakukan?

a. Media sosial dapat digunakan untuk memberi penyadaran mengenai kekayaan Indonesia. Konten-konten di media sosial perlu dirancang untuk mengenalkan Indonesia yang penuh dengan keragaman budaya dan alam yang indah. Kamu dapat menyebarkan keindahan alam di sekitarmu dengan mengunggah berbagai foto yang menarik.

b. Selain berbagai informasi yang penting mengenai Indonesia, generasi muda memerlukan panduan etika di media sosial. Kamu tidak boleh menyakiti dan menyinggung perasaan orang lain di media sosial.

c. Kamu perlu memahami bahwa perilaku di media sosial sama saja dengan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Jangan dengan mudah mengeluarkan komentar negatif, menghina, atau merundung. Berpikirlah kembali sebelum mengunggah sesuatu. Jangan menyampaikan informasi pribadi di media sosial. Ingat, kamu harus bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

 

 

E. PERAN AKTIF PESERTA DIDIK DALAM MENJAGA KEUTUHAN WILAYAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Kamu hendaknya berperan aktif dalam menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peran tersebut tentu saja menyesuaikan dengan kondisi yang kamu hadapi. Lantas, bagaimana wujud peran aktifmu dalam menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia? Berikut beberapa wujud peran aktifmu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

1. Belajar dengan Tekun

Belajar dengan tekun merupakan salah satu aktivitas yang dapat dilakukan oleh peserta didik untuk berpartisipasi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan tekun belajar kamu dapat meningkatkan kemampuanmu. Ketekunan dan kesungguhan dalam belajar menjadi bagian penting untuk penguatan karakter diri. Ketekunan dalam mempelajari berbagai bidang ilmu dapat membawamu pada kesuksesan dan kebahagiaan. Tekun artinya berupaya melakukan setiap kegiatan dengan rajin dan sungguh[1]sungguh. Tekun berarti berproses untuk melakukan yang terbaik.

Orang-orang yang tekun pada umumnya tangguh dalam menghadapi tantangan. Peserta didik di negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, dan Selandia Baru terkenal memiliki ketekunan dalam mempelajari berbagai bidang ilmu. Ketekunan yang dimiliki berkontribusi terhadap masa depan negara-negara tersebut. Jika kamu tekun, pada masa depan kamu akan memiliki kepribadian kuat sehingga dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Apakah kamu sudah belajar dengan tekun? Jangan patah semangat meraih cita-cita.

2. Meningkatkan Kapasitas Diri di Berbagai Bidang

Belajar tidak hanya dilakukan untuk menguasai pelajaran yang diberikan di sekolah. Meningkatkan kapasitas diri di berbagai bidang dapat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai keterampilan di bidang ilmu pengetahuan alam, sosial, dan teknologi sangat dibutuhkan untuk kemajuan bangsa dan negara. Kapasitas diri peserta didik perlu ditingkatkan seiring dengan kemajuan zaman. Sebagai contoh, keterampilan bahasa asing makin dibutuhkan karena saat ini dunia makin terhubung. Selain itu, keterampilan di bidang teknologi menunjang kemajuan zaman. Keterampilan di bidang teknologi harus diimbangi dengan pemerataan pendidikan di berbagai daerah. Dengan demikian, setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitasnya di berbagai bidang. Saat ini peluang untuk mendapatkan pendidikan tinggi dimiliki oleh laki-laki dan perempuan. Tidak ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan dalam meraih mimpi.

Kapasitas yang harus dimiliki oleh generasi muda saat ini antara lain karakter positif yang kuat, kesadaran kewarganegaraan, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Selain itu, keterampilan yang bersifat relasi antarsesama manusia perlu ditingkatkan. Indonesia merupakan negara yang beragam. Keterampilan bersosialisasi dengan beragam kelompok ekonomi, sosial, budaya, dan agama perlu dimiliki. Kamu harus berkolaborasi dengan siapa pun untuk kemajuan Indonesia. Dengan demikian, selain memiliki keterampilan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, kamu akan menjadi pribadi yang dapat menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Apa saja keterampilan yang sedang kamu pelajari? Coba sebutkan! Mengapa kamu ingin mempelajari keterampilan tersebut?

3. Aktif Berorganisasi

Aktif berorganisasi membuka kesempatan bagimu untuk belajar bertanggung jawab dan menjadi pribadi yang mampu menyelesaikan beragam permasalahan. Dalam organisasi kamu akan diajarkan untuk memiliki visi bersama dan menjalankan berbagai program yang telah disusun bersama. Jika kamu aktif berorganisasi di sekolah, kamu akan memiliki kesempatan untuk mendapat teman yang lebih banyak.

Kamu juga dapat memiliki kesempatan untuk belajar dari pertemanan tersebut dan bekerja sama untuk menyukseskan setiap kegiatan yang dilakukan. Kamu akan memiliki kesempatan menghadapi berbagai tantangan agar program yang dilakukan dapat mencapai target. Permasalahan dalam organisasi akam membuat kamu belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mau bekerja sama atau berkolaborasi, mampu melakukan negosiasi dengan pihak yang berbeda pendapat, dan bersikap kritis.

Coba pelajari sejarah para tokoh sukses di Indonesia. Mereka yang sukses biasanya aktif dalam kegiatan organisasi. Sebagai contoh, Sukarno dan Mohammad Hatta. Ketika bersekolah, Sukarno mendirikan Algemeene Studieclub kemudian setelah dewasa mendirikan Partai Nasional Indonesia. Adapun Mohammad Hatta aktif di Perhimpunan Indonesia/Indische Vereeniging di Belanda.

Ketika itu, Sukarno dan Mohammad Hatta sudah memikirkan format masa depan negara merdeka. Tidak hanya para lelaki, tokoh perempuan pun aktif berorganisasi untuk membangun negeri ini. Misal pada tanggal 22‒25 Desember 1928 diselenggarakan Kongres Perempuan I di Yogyakarta yang membicarakan persoalan politik, pendidikan, perkawinan, dan perlindungan bagi perempuan dan anak-anak. Salah satu tokoh perempuan hebat Indonesia Raden Dewi Sartika mendirikan lembaga pendidikan untuk meningkatkan kehormatan perempuan. Jika meneladani para pendiri bangsa, apakah kamu ingin aktif di organisasi sekolah? Apakah saat ini kamu sudah aktif mengikuti beragam aktivitas organisasi di sekolah atau di luar sekolah?

4. Aktif Membantu Pihak yang Mengalami Kesulitan

Menjadi pribadi yang memiliki cinta kasih kepada sesama manusia merupakan hal utama yang harus ditampilkan. Karakter tersebut perlu dimiliki oleh setiap generasi muda Indonesia. Dalam salah satu artikel di kompas.com yang ditulis oleh Dellanita disampaikan bahwa berdasarkan penelitian di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Consulting, terdapat beberapa temuan menarik seperti fakta bahwa remaja berusia 15–24 tahun di Indonesia memiliki karakter benevolence (kebajikan). Ciri karakter tersebut antara lain senang menolong sesama, jujur, tidak etnosentris, dan peduli terhadap sesama.

Riset Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) memaparkan kelompok muda dengan usia 16–25 tahun memiliki kepedulian dan pengetahuan yang cukup tentang isu lingkungan hidup. Meskipun demikian, dalam riset tersebut disampaikan bahwa pengetahuan kelompok muda tersebut masih belum dianggap signifikan untuk didengarkan.

5. Memperluas Pertemanan dengan Teman yang Berbeda Suku, Agama, dan Kelas Sosial

Indonesia sangat beragam, maka kemungkinan kamu berteman dengan mereka yang berlatar belakang agama, suku, dan kelas sosial berbeda sangat besar. Kamu perlu memperluas pertemananmu. Mengapa? Dengan pertemanan yang luas dan beragam kamu dapat saling belajar secara langsung tentang kehidupan sosial yang ada di masyarakat. Pertukaran pengetahuan terjadi melalui interaksi sosial, termasuk pertemanan.

Pada saat ini, pergaulan di level internasional juga tidak bisa dihindari. Beberapa perangkat yang ada di internet memudahkan kamu berkomunikasi dengan siapa pun di berbagai negara. Akses transportasi yang semakin terhubung juga memudahkan perpindahan orang menjadi lebih mudah. Saat ini banyak sekali orang Indonesia bekerja di negara-negara lain dalam berbagai bidang. Mereka bekerja sama dengan berbagai orang dari negara-negara lain.

Rasa persatuan akan timbul ketika kamu sudah saling mengenal. Ketika kamu sudah saling kenal, kecurigaan terhadap perbedaan akan semakin terkikis atau hilang. Akhirnya timbul rasa hormat terhadap berbagai perbedaan. Dengan memperluas pertemanan, kamu memiliki peluang meningkatkan persatuan dan menjaga keutuhan NKRI. Apakah teman-teman yang kamu miliki sudah beragam? Coba ceritakan secara lisan di kelas.

6. Menjaga Alam dan Lingkungan Sekitar

Menjaga alam dan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kamu dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan merusak pohon. Perhatikan di lingkungan rumahmu, apakah masih banyak sampah yang berserakan? Sampah-sampah tersebut perlu dibersihkan agar tidak membuat lingkungan kotor. Bahkan, akibat masyarakat yang membuang sampah tidak di tempatnya, sungai-sungai menjadi kotor, tersumbat, dan bisa menimbulkan banjir.

Berdasarkan pada laporan tersebut, peran serta kamu sebagai peserta didik sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan. Apa yang dapat kamu lakukan? Coba kamu mulai memilah sampah yang ada di rumah. Selain itu, gunakan botol air sendiri untuk mengurangi sampah plastik dan kemasan. Upaya kecil tersebut dapat mengurangi timbunan sampah plastik yang ada di Indonesia. Tindakan ini tentu akan mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang terjadi akibat meningkatnya volume sampah di Indonesia.

Di Indonesia, kesadaran menjaga hutan disadari oleh masyarakat. Ada yang menarik, bahkan di beberapa lokasi di Indonesia, para perempuan sangat aktif dalam menjaga hutan. Sebagai contoh, laporan dari Eko Widianto (Mongabay, 2021) yang menyampaikan, kelompok perempuan di Bengkulu seperti Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) Maju Bersama yang berinisiatif melestarikan dan menjaga hutan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan kelompok perempuan di Aceh yang mengawasi hutan Kampung Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Aceh seluas 251 hektare.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama